Tanah Datar, Javanusa—Sebanyak 1.247 warga terdampak bencana hidrometeorologi yang melanda Kabupaten Tanah Datar pada November 2025 menerima bantuan sosial (bansos) dan Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari Pemerintah Kabupaten Tanah Datar.
Total bantuan yang disalurkan mencapai Rp1,305 miliar dan menyasar pelaku usaha perikanan, pelaku UMKM, petani, hingga keluarga pasien korban bencana yang menjalani perawatan di rumah sakit.
Bupati Tanah Datar Eka Putra menyerahkan bantuan tersebut secara simbolis di Gedung Indo Jolito Batusangkar, Rabu (3/6/2026). Turut hadir Wakil Bupati Ahmad Fadly, para asisten, serta kepala organisasi perangkat daerah terkait.
Bencana hidrometeorologi yang terjadi pada November 2025 menimbulkan dampak cukup besar di sejumlah wilayah Kabupaten Tanah Datar. Masyarakat merasakan kerusakan dan kerugian pada sektor pertanian, perikanan, perekonomian, infrastruktur, hingga kesehatan.
Karena itu, pemerintah daerah terus menjalankan berbagai langkah penanganan dan pemulihan secara bertahap. Pemerintah juga memperkuat koordinasi dengan pemerintah provinsi dan pemerintah pusat untuk memperoleh dukungan anggaran serta program percepatan pemulihan pascabencana.
“Alhamdulillah, satu per satu upaya yang kita lakukan mulai menunjukkan hasil. Mulai dari pembangunan Hunian Tetap (Huntap), Hunian Sementara (Huntara), bantuan stimulan bagi masyarakat terdampak bencana, pembangunan sabo dam sebagai langkah mitigasi potensi bencana, hingga berbagai bantuan lainnya,” ujar Eka Putra.
Bantuan Menjangkau Pelaku Perikanan, UMKM dan Petani
Eka Putra menjelaskan bantuan sosial kali ini diberikan kepada 175 pelaku usaha perikanan. Penerima bantuan terdiri dari pembudidaya ikan, nelayan, serta Kelompok Pengolah dan Pemasar Hasil Perikanan (Poklahsar) yang berada di Kecamatan Batipuh, Batipuh Selatan, dan X Koto.
Selain sektor perikanan, pemerintah daerah juga menyalurkan bantuan kepada 148 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kecamatan Batipuh Selatan, Batipuh, Pariangan, X Koto, dan Rambatan.
Sementara itu, pemerintah daerah memberikan BLT kepada 924 kepala keluarga petani yang berasal dari Kecamatan Batipuh, Batipuh Selatan, dan X Koto. Masing-masing penerima memperoleh bantuan sebesar Rp900 ribu.
Bantuan untuk Keluarga Pasien Korban Bencana
Pemerintah Kabupaten Tanah Datar juga mengalokasikan bantuan biaya pendampingan bagi keluarga pasien korban bencana yang menjalani perawatan di rumah sakit.
Bantuan tersebut menyasar 23 pasien dengan total anggaran mencapai Rp183.168.872. Program itu menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam membantu masyarakat yang masih terdampak pascabencana.
Eka Putra menegaskan seluruh penerima manfaat telah melalui proses pendataan dan verifikasi oleh dinas terkait. Langkah tersebut dilakukan agar bantuan tersalurkan secara tepat sasaran kepada masyarakat yang benar-benar terdampak.
“Kami berharap bantuan ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya. Jangan melihat besar kecilnya bantuan yang diterima, tetapi mari kita syukuri bersama sebagai bentuk perhatian dan kepedulian pemerintah kepada masyarakat,” katanya.
Warga Diminta Tetap Waspada
Pada kesempatan itu, Eka Putra juga mengingatkan masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana. Ia menilai kondisi cuaca, aktivitas vulkanik Gunung Marapi, dan curah hujan yang masih tinggi berpotensi memicu kejadian bencana.
“Mari kita berdoa bersama agar daerah kita senantiasa dijauhkan dari berbagai bencana. Mari bangkit, berbenah, dan menata kembali daerah kita sehingga dapat pulih seperti sediakala, bahkan menjadi lebih baik lagi,” ujarnya.
Total Bantuan Capai Rp1,305 Miliar
Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Tanah Datar, Ten Feri, melaporkan penyaluran bansos dan BLT bagi masyarakat terdampak bencana hidrometeorologi 2025 melibatkan sejumlah perangkat daerah.
Perangkat daerah tersebut meliputi Dinas Kesehatan, Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan (KUKMP), Dinas Pangan dan Perikanan, serta Dinas Pertanian.
Menurut Ten Feri, total bantuan yang disalurkan dalam kegiatan tersebut mencapai Rp1.305.468.872. Bantuan itu diharapkan dapat mempercepat pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat terdampak bencana hidrometeorologi di Kabupaten Tanah Datar. (*/red)






