Banjarbaru, Javanusa—Sebanyak 1.344 calon Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Non-Nakes mengikuti Computer Assisted Test (CAT) Gelombang I pada Sabtu, 5 September 2026.
Seleksi berlangsung serentak di sejumlah lokasi Badan Kepegawaian Negara (BKN). Peserta tersebut merupakan bagian dari lebih dari 75 ribu pendaftar PPIH Non-Nakes untuk penyelenggaraan haji 1448 H/2027 M.
Direktur Bina Petugas Haji Reguler Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj), Chandra Sulistio Reksoprodjo, menjelaskan proses CAT berlangsung dalam dua gelombang.
Pembagian tersebut menyesuaikan tahapan verifikasi administrasi peserta. Gelombang pertama diikuti calon petugas yang telah lolos verifikasi dan memenuhi seluruh persyaratan.
Peserta yang mengikuti CAT juga masuk dalam tiga kali jumlah kebutuhan formasi atau skema 3N.
Chandra menegaskan, pembagian peserta ke dalam dua gelombang tidak mengurangi peluang siapa pun untuk lolos seleksi.
Menurutnya, peserta Gelombang I dan Gelombang II akan menjalani standar ujian yang sama. Panitia kemudian menggabungkan hasil kedua gelombang untuk menentukan peserta sesuai kebutuhan formasi.
“Jadi jangan khawatir, nanti hasil Gelombang I dan Gelombang II kita gabungkan. Kesempatannya sama, standarnya juga sama,” ujar Chandra saat meninjau CAT Gelombang I di Kantor Regional (Kanreg) VIII BKN Banjarmasin.
35 Peserta Hadir di Banjarmasin
Pelaksanaan CAT di Kanreg VIII BKN Banjarmasin diikuti 36 peserta yang berasal dari sejumlah kabupaten dan kota di Kalimantan Selatan.
Dari jumlah tersebut, 35 peserta hadir untuk mengikuti ujian. Sementara satu peserta tidak hadir tanpa keterangan.
Chandra menyebut CAT menjadi salah satu instrumen untuk mengukur kompetensi calon petugas haji. Namun, kemampuan dan pengalaman saja belum cukup untuk menjalankan tugas tersebut.
Calon petugas juga membutuhkan kondisi fisik yang memadai. Mereka nantinya menghadapi tugas pelayanan dengan durasi panjang serta mobilitas tinggi di berbagai lokasi pelaksanaan ibadah haji.
Kesiapan Fisik Jadi Bagian Seleksi
Tugas PPIH mencakup pelayanan kepada jemaah di Makkah dan Madinah hingga rangkaian Armuzna. Kondisi tersebut menuntut petugas mampu bekerja dalam situasi yang dinamis.
Karena itu, proses seleksi tidak berhenti pada CAT. Calon petugas juga akan menjalani pemeriksaan kesehatan untuk memastikan kesiapan mereka dalam menjalankan tugas pelayanan.
Chandra menekankan bahwa petugas harus memiliki kesiapan lebih baik dibandingkan jemaah yang mereka layani.
“Petugas itu harus lebih siap daripada jemaah yang dilayani, karena tugas kita adalah memberikan pelayanan kepada mereka,” pungkas Chandra.
CAT Gelombang II Digelar 12 September
Sementara itu, CAT PPIH Non-Nakes Gelombang II dijadwalkan berlangsung pada 12 September 2026.
Peserta yang dapat mengikuti gelombang tersebut merupakan calon petugas yang telah menyelesaikan proses verifikasi dan memenuhi ketentuan seleksi.
Dengan pelaksanaan dua gelombang, seluruh peserta tetap memiliki standar dan kesempatan yang sama. Hasil CAT dari kedua gelombang selanjutnya diproses bersama sesuai kebutuhan formasi PPIH. (*)






