Payakumbuh, Javanusa—Sebanyak 102 santri mengikuti Wisuda Akbar Tahfidz Al Quran ke-VI Perguruan Islam Darussalam di Kelurahan Taratak Padang Kampuang, Minggu (17/05/2026). Sebanyak 14 peserta berhasil menuntaskan hafalan 30 juz.
Wakil Wali Kota Payakumbuh Elzadaswarman menegaskan pentingnya penguatan iman di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.
“Di era perkembangan digital yang sangat cepat saat ini, peningkatan iman dan takwa untuk anak-anak kita sangat penting untuk membentengi diri mereka,” kata Elzadaswarman.
Ia menilai pendidikan agama berperan penting dalam membentuk karakter generasi muda.
Selain itu, ia menekankan kemampuan anak untuk memilah pengaruh positif dan negatif dari arus informasi digital.
Elzadaswarman juga menegaskan pendidikan agama menjadi benteng moral bagi generasi muda agar tetap berakhlak.
“Kalau tidak kita bentengi, takutnya anak-anak kita tidak bisa memfilter pengaruh yang datang sehingga dapat merusak karakter mereka. Karena itu, perkuatlah anak-anak kita dengan pendidikan keagamaan,” katanya.
Dukungan Pemko Payakumbuh untuk Program Tahfiz
Elzadaswarman menyampaikan komitmen Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta bersama dirinya dan jajaran Pemko Payakumbuh dalam mendukung program tahfiz di daerah tersebut.
Ia juga memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan wisuda tahfidz yang dinilai mampu memperkuat pendidikan Islam dan melahirkan generasi Qurani di Payakumbuh.
Menurut dia, pendidikan agama menjadi pondasi utama dalam menghadapi tantangan zaman dan derasnya arus informasi digital.
“Harapan kita Minangkabau menjadi pusat pendidikan Islam, dan pemerintah daerah tentu memberikan dukungan untuk mewujudkan hal tersebut,” ujarnya.
Penguatan Karakter dan Keseimbangan Ilmu
Ia menekankan pentingnya keseimbangan antara ilmu pengetahuan dan nilai keimanan dalam kehidupan masyarakat.
Elzadaswarman menyebut kecerdasan tanpa akhlak dapat menghilangkan nilai kemanusiaan.
“Kalau pintar ilmu saja tanpa diimbangi keimanan, seseorang bisa menjadi pribadi yang keras dan kehilangan nilai kemanusiaan,” ujarnya.
Pada kesempatan itu, ia juga menyampaikan selamat kepada seluruh peserta wisuda tahfidz. Ia berharap para santri menjaga hafalan Al Quran serta mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Ketua panitia Sudirwan menyampaikan terima kasih atas dukungan Pemerintah Kota Payakumbuh dalam pembinaan generasi beradab berbasis Al Quran.
Ia menilai dukungan tersebut menjadi motivasi bagi para pembina dan guru dalam mendidik peserta didik.
“Kami berharap anak-anak yang diwisuda hari ini menjadi anak yang saleh dan salehah serta mampu membawa manfaat bagi masyarakat. Terima kasih kepada para pembina dan guru yang telah mendidik mereka dengan penuh kesabaran,” katanya.
Ia menjelaskan peserta wisuda berjumlah 102 orang, terdiri atas 56 putra dan 46 putri.
Dari jumlah tersebut, 14 peserta berhasil menyelesaikan hafalan 30 juz, terdiri atas 12 putra dan dua putri. (*/red)






