Padang, Javanusa—Sebanyak 12 anak muda mengikuti Program Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW) Kota Padang di lantai II Balai Kota Lama, Selasa (19/5/2026).
Pemerintah Kota Padang menetapkan mereka sebagai penerima program pelatihan keterampilan membatik.
Seluruh peserta program merupakan Anak Tidak Sekolah (ATS). Mereka sempat berhenti sekolah dan kini mendapat kesempatan untuk meningkatkan keterampilan serta membuka peluang usaha.
Pemerintah Kota Padang membekali mereka dengan kemampuan yang memiliki nilai ekonomi tinggi.
“Program PKW ini merupakan bentuk kerja sama antara Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah dengan Dekranas,” ujar Kepala Disnakerin Kota Padang, Ferry Ervyan Rinaldy, Selasa siang.
Program Perdana di Kota Padang
Ferry menyebut, program PKW menjadi kegiatan perdana yang digelar di Kota Padang.
Program tersebut dinilai menjadi peluang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan ekonomi kreatif daerah.
“Jenis keterampilan yang dipilih pada program ini adalah membatik,” ujar Ferry.
Pemilihan keterampilan membatik dilakukan karena potensi batik khas Minangkabau dan Kota Padang terus berkembang.
Program itu diharapkan mampu melahirkan perajin baru yang kreatif dan produktif.
Pelatihan tersebut menyasar anak muda berusia 15 hingga 25 tahun yang putus sekolah. Peserta mendapatkan pelatihan teknis membatik, pembentukan karakter wirausaha, hingga manajemen bisnis. Materi yang diberikan mencakup perencanaan usaha sampai pemasaran produk.
Salah seorang peserta PKW, Ryuda Havis, mengaku tertarik mengikuti pelatihan karena menyukai seni lukis dan menggambar sejak lama.
“Sangat senang karena dari awal suka melukis dan menggambar,” ungkap pemuda berusia 18 tahun tersebut.
Ryuda merupakan anak putus sekolah yang tinggal di Lubuk Begalung. Ia sempat menempuh pendidikan SMP, namun harus berhenti karena berkebutuhan khusus.
“Harapan saya setelah ini batik lebih dikenal orang banyak,” ujar Ryuda yang datang bersama ayahnya, Mario David.
Peserta lainnya, Novita Rika, mengatakan pelatihan itu akan menambah pengetahuan dan keterampilannya. Ia juga berencana mengembangkan usaha batik setelah memiliki modal sendiri.
“Akan dikembangkan nantinya jika sudah punya modal sendiri,” ujar Novita yang pernah kuliah di perguruan tinggi negeri jurusan Fisika.
ABDSI Siap Dampingi Pengembangan Usaha
Ketua DPW Asosiasi Business Development Services Indonesia (ABDSI) Sepris Yonaldi, menuturkan program PKW membutuhkan pendampingan berkelanjutan.
Menurutnya, para peserta akan menjadi pelaku usaha muda yang membangun bisnis sendiri.
“Nantinya kami akan bantu mengolah bisnis dan market para anak muda ini,” katanya.
Sepris menilai program PKW selaras dengan program unggulan Wali Kota Padang, yakni Padang Juara. Melalui program tersebut, anak muda diharapkan memiliki kapasitas ekonomi yang lebih baik.
Pada hari yang sama, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah meluncurkan program PKW di Kabupaten Cianjur. Sejumlah daerah mengikuti kegiatan tersebut secara daring, termasuk Kota Padang.
Kegiatan itu turut dihadiri Ketua Dekranasda Kota Padang, Dian Puspita Fadly Amran, Wakil Ketua Dekranasda Srihayati Maigus Nasir, Ketua DW Kota Padang Nova Raju Minropa, Kepala Disdikbud Yopi Krislova, Kepala Bagian Prokopim Junie Nursyamza, Kepala Bagian Perekonomian dan SDA Indra Noferi, serta sejumlah pejabat lainnya. (*/red)






