Padang Pariaman, Javanusa—Akses warga di sejumlah wilayah terdampak bencana Sumatera Barat (Sumbar) kembali terbuka setelah 12 jembatan selesai dibangun. Fasilitas tersebut kini dapat digunakan masyarakat untuk mendukung aktivitas sehari-hari.
Hal itu disampaikan Kapolda Sumbar Irjen Pol. Djati Wiyoto Abadhy saat meresmikan Jembatan Merah Putih Presisi di Korong Parak Pisang, Nagari Sungai Buluh, Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman, Kamis (13/8/2026).
Peresmian itu berlangsung bersamaan dengan peluncuran Jembatan Merah Putih Presisi di berbagai daerah oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto. Kegiatan berlangsung secara daring dan Sumbar memilih Batang Anai sebagai lokasi utama.
Jembatan tersebut menjadi bagian dari upaya pemulihan infrastruktur setelah bencana hidrometeorologi melanda sejumlah wilayah pada November 2025. Brimob Polda Sumbar bersama Polres Padang Pariaman mengerjakan pembangunan jembatan untuk mengembalikan akses warga.
Polda Sumbar Bangun 12 Jembatan
Djati mengatakan jajaran Polda Sumbar telah menuntaskan pembangunan 10 Jembatan Merah Putih Presisi. Selain itu, kepolisian juga menyelesaikan dua Jembatan Bailey di sejumlah daerah yang terdampak bencana.
“Alhamdulillah, 12 jembatan sudah 100 persen. Hari ini bersama Bapak Presiden Prabowo kita resmikan secara daring, untuk wilayah Sumbar kita pusatkan di Batang Anai, Padang Pariaman,” ujar Kapolda.
Jembatan Merah Putih Presisi tersebut memiliki panjang sekitar 60 meter dengan lebar 1,3 meter. Infrastruktur ini kembali menghubungkan Nagari Sungai Buluh Barat dengan Sungai Buluh Timur.
Pulihkan Mobilitas Warga
Keberadaan jembatan kembali membuka jalur yang penting bagi aktivitas masyarakat. Warga kini dapat melintasi akses tersebut untuk keperluan pendidikan, ekonomi, hingga kegiatan sosial.
“Jembatan ini tentu sangat diharapkan masyarakat karena mobilitas dan akses masyarakat sangat dimudahkan, baik untuk aktivitas pendidikan, ekonomi maupun sosial. Mudah-mudahan jembatan ini sangat bermanfaat untuk masyarakat,” katanya.
Menurut Djati, pembangunan infrastruktur serupa tidak berhenti pada proyek yang telah selesai. Polda Sumbar akan terus memetakan kebutuhan jembatan di wilayah lain agar akses masyarakat tetap terjaga.
“Kami akan terus melihat wilayah di Sumbar dan akan kami teruskan pembangunan jembatan untuk dimanfaatkan oleh masyarakat Sumbar,” tambahnya.
Bentuk Kehadiran Polri Pascabencana
Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol. Susmelawati Rosya menyebut pembangunan jembatan tersebut menunjukkan peran Polri dalam membantu masyarakat menghadapi dampak bencana.
Menurutnya, proses pembangunan melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, Polri hingga masyarakat.
“Pembangunan ini merupakan hasil kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, Polri dan seluruh elemen masyarakat. Semangat gotong royong ini menjadi bagian penting dalam memastikan kebutuhan dan akses masyarakat dapat segera kembali terpenuhi,” ujar Susmelawati.
Polda Sumbar menyatakan komitmennya untuk terus membantu pemulihan fasilitas umum yang terdampak bencana. Upaya tersebut agar dapat mempercepat kembalinya aktivitas masyarakat di berbagai wilayah Sumbar. (*)






