Padang Pariaman, Javanusa—Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman akhirnya mengambil langkah tegas menertibkan kafe-kafe ilegal yang marak beroperasi hingga larut malam di wilayah Batang Anai.
Tindakan ini merupakan respons cepat atas keluhan masyarakat yang disampaikan dalam rapat koordinasi lintas sektoral di Pendopo Bupati pada Minggu (22/6/2025).
Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis, memimpin langsung evaluasi bersama unsur Forkopimda, tokoh masyarakat, niniak mamak, alim ulama, serta perwakilan TNI-Polri.
Dalam forum itu, disepakati penutupan seluruh tempat hiburan malam yang tidak mengantongi izin resmi.
“Malam ini juga, seluruh kafe tanpa izin resmi kita tutup. Tidak ada lagi negosiasi,” tegas Bupati.
Bupati menyatakan, pemerintah daerah telah memberikan peringatan sebelumnya kepada pengelola usaha hiburan malam untuk mengurus izin dan menyesuaikan jam operasional. Namun, banyak yang mengabaikan instruksi tersebut.
“Kami ingin menyelamatkan generasi muda dari dampak negatif. Tidak ada rasa takut. Aparat yang membekingi juga akan ditindak,” ujarnya.
Sebagai tindak lanjut, Satpol PP dan Damkar Padang Pariaman bersama unsur TNI dan Polri menggelar operasi gabungan pada Minggu malam (22/6), pukul 23.30 WIB.
Operasi diawali dengan apel persiapan di Polsek Batang Anai, yang dipimpin oleh Kasatpol PP Rifki Monrizal, SH.
Sebanyak 65 personel, terdiri dari 45 anggota Satpol PP, 10 personel Polres, dan 10 dari Koramil menyisir titik-titik rawan di Batang Anai.
15 Kafe Ditutup, Minuman Keras dan Pemandu Lagu Diamankan
Dalam operasi tersebut, sebanyak 15 tempat hiburan malam disegel karena tidak memiliki izin.
Lokasi yang ditutup mencakup:
- 12 titik di sekitar Pasar Grosir Kasang
- 1 kafe karaoke di Taman Woles
- 1 kafe karaoke di Bintuangan
- 1 kafe di Sungai Buluah
Petugas juga mengamankan minuman keras golongan A dan B, serta dua perempuan yang diduga menjadi pemandu lagu.
Mereka berinisial Ys (36), warga Sungai Buluah, dan DG (31), warga Batam. Keduanya dibawa ke Mako Satpol PP Lubuk Alung untuk pendataan dan pemeriksaan lebih lanjut.
Kepala Satpol PP Rifki Monrizal menyebutkan operasi berlangsung tertib dan tanpa perlawanan.
Ia memastikan kegiatan serupa akan terus dilakukan secara berkala demi menjaga ketertiban dan melindungi anak-anak muda dari pengaruh negatif.
“Kami mohon dukungan semua pihak. Ini untuk menciptakan lingkungan yang aman, sehat, dan tertib,” tutup Rifki. (*/red)






