Pasbar, Javanusa—Pondok Pesantren (Ponpes) Darul Hikmah Pasaman Barat (Pasbar) menggelar Wisuda Tahfizhul Qur’an angkatan ke-XI di Aula Bupati Pasbar, Sabtu (9/5).
Sebanyak 79 santri mengikuti prosesi wisuda tersebut. Dari jumlah itu, 15 santri berhasil menyelesaikan hafalan 30 juz Al-Qur’an.
Sebanyak 79 peserta wisuda terdiri dari 50 siswa kelas IX SMP IT Darul Hikmah dan 29 siswa kelas XII SMA IT Darul Hikmah.
Prosesi tahun ini juga berlangsung istimewa karena pihak pondok pesantren turut mewisuda sejumlah tenaga pendidik yang berhasil menambah hafalan Al-Qur’an.
Apresiasi untuk Konsistensi Pendidikan Islam
Kepala Cabang Dinas (Kacabdin) Wilayah VI, Efri Syahputra, mengapresiasi konsistensi Yayasan Darul Hikmah dalam menjaga mutu pendidikan Islam di Pasbar.
Menurut Efri, capaian tersebut sejalan dengan visi pembangunan sumber daya manusia di tingkat provinsi.
Ia menilai Yayasan Darul Hikmah mampu menghadirkan pendidikan Islam yang berkualitas dan berkelanjutan.
“Yayasan Darul Hikmah terbukti konsisten menyelenggarakan pendidikan Islam berkualitas. Manfaatnya tidak hanya dirasakan masyarakat lokal, tetapi juga menjadi kebanggaan bagi Provinsi Sumatera Barat,” ujar Efri saat menyampaikan sambutan.
Pemerintah Daerah Dukung Generasi Religius
Plt. Staf Ahli bidang Agama dan Kesejahteraan Sosial, Gentri Ardenis, turut menyampaikan apresiasi terhadap sinergi lembaga pendidikan Islam dengan pemerintah daerah.
Ia menilai kerja sama tersebut penting untuk mencetak generasi religius di Bumi Mekar Lingkuang Aur. Selain itu, keberadaan pondok pesantren dinilai memberi kontribusi dalam pembentukan karakter generasi muda.
Ketua Panitia Pelaksana, Ustad Nopa, menyampaikan rasa syukur atas kelancaran pelaksanaan wisuda tahfiz tersebut.
Ia berharap penghargaan kepada 15 santri penghafal 30 juz dapat memotivasi santri lainnya untuk meningkatkan hafalan Al-Qur’an.
“Terima kasih kepada seluruh pemangku kepentingan yang telah mendukung. Kami berkomitmen untuk terus mencetak kader pemimpin yang cerdas secara akademik dan kuat secara spiritual berlandaskan Al-Qur’an,” kata Nopa. (*/red)






