Padang, Javanusa—Pemerintah Kota Padang tengah mematangkan persiapan pelaksanaan drill atau latihan evakuasi menghadapi gempa bumi berpotensi tsunami yang akan berlangsung pada 5 November 2025.
Kegiatan besar ini bakal melibatkan lebih dari 200 ribu warga yang tinggal dan beraktivitas di zona merah tsunami di seluruh Kota Padang.
Sebagai langkah awal, Pemko Padang bersama BPBD menggelar Workshop Drill Menghadapi Gempa Bumi Berpotensi Tsunami di Gedung Youth Centre, Selasa (20/10/2025).
Kegiatan ini menjadi forum untuk mematangkan rencana evakuasi dan memastikan semua unsur memiliki pemahaman yang sama dalam menghadapi bencana.
Wali Kota Padang, Fadly Amran, menekankan pentingnya kegiatan ini agar masyarakat selalu siaga terhadap potensi bencana alam, terutama tsunami.
“Menurut National Geographic Indonesia edisi pertama, Padang disebut sebagai kota dengan risiko tsunami tertinggi di dunia jika dilihat dari jumlah penduduk yang tinggal di pesisir. Dari sekitar satu juta penduduk, 60 persen beraktivitas di kawasan yang berpotensi terdampak tsunami. Karena itu, kesiapsiagaan jadi hal yang mutlak,” ujar Fadly.
Berdasarkan Kajian Risiko Bencana Kota Padang Tahun 2023, tsunami diperkirakan dapat berdampak pada 8 kecamatan dan 55 kelurahan, dengan jumlah warga terpapar mencapai 242.750 jiwa.
Dari jumlah itu, sekitar 77 ribu termasuk kelompok rentan, dan 637 orang merupakan penyandang disabilitas.
“Pertanyaannya, seberapa siap kita jika hal itu benar-benar terjadi? Jawabannya ada pada latihan dan simulasi ini. Melalui workshop, kita bahas rencana evakuasi tiap unsur agar jalur tidak bertabrakan dan titik evakuasi tidak penuh sesak,” tambahnya.
Fadly menyebut, puncak kegiatan akan digelar pada 5 November mendatang dan menjadi simulasi terbesar yang pernah dilakukan di Kota Padang.
“Targetnya, 200 ribu warga dari 55 kelurahan ikut bergerak dalam latihan ini. Kami harap dukungan penuh semua pihak agar kegiatan berjalan aman dan tanpa insiden,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton, menyampaikan workshop kali ini melibatkan beragam unsur masyarakat.
Pesertanya antara lain perwakilan satuan pendidikan mulai dari TK hingga SMP sebanyak 217 orang, Ketua RW dari 8 kelurahan terdampak tsunami sebanyak 492 orang, perwakilan instansi, lembaga, dunia usaha, rumah sakit, perbankan, dan perhotelan sebanyak 124 orang. Selain itu, turut hadir 88 orang dari berbagai OPD Pemko Padang.
“Total peserta workshop hari ini mencapai 921 orang,” jelas Hendri.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut difokuskan untuk memastikan setiap lembaga dan instansi sudah memiliki rencana dan peta evakuasi yang jelas.
“Kalau belum punya, akan kami bantu penyusunannya. Bagi yang sudah ada, kita evaluasi bersama. Bisa jadi jalur atau titik evakuasinya tumpang tindih, sehingga perlu kita sesuaikan agar kapasitas lokasi aman dan cukup,” paparnya. (*/red)






