Jakarta, Javanusa—Penyelenggaraan ibadah haji 1447 Hijriyah/2026 Masehi memasuki hari kelima operasional. Hingga 24 April 2026, pemerintah telah memberangkatkan 56 kelompok terbang atau kloter dengan total 22.051 jemaah haji Indonesia ke Arab Saudi.
Dari total tersebut, sebanyak 17.747 jemaah yang tergabung dalam 45 kloter telah tiba di Madinah. Mereka mulai menjalani rangkaian ibadah di Tanah Suci secara bertahap.
Kemenhaj Tegaskan Larangan Haji Non-Prosedural
Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah, Maria Assegaff, mengingatkan masyarakat agar mewaspadai maraknya penawaran haji non-prosedural. Praktik tersebut biasanya menawarkan keberangkatan tanpa antre atau tanpa pendaftaran resmi.
“Ibadah haji hanya dapat dilakukan dengan visa haji resmi yang dikeluarkan Pemerintah Arab Saudi. Visa lain tidak berlaku untuk berhaji,” ujar Maria dalam keterangan resmi, Sabtu (25/4/2026).
Ia menegaskan, penggunaan visa ziarah, kerja, atau turis untuk berhaji melanggar aturan. Pemerintah Arab Saudi pun menerapkan sanksi tegas, mulai dari penahanan, denda, deportasi, hingga larangan masuk kembali hingga 10 tahun.
Satgas Dibentuk, 13 WNI Dicegah Berangkat
Untuk memperkuat pengawasan, Kementerian Haji dan Umrah membentuk satuan tugas khusus. Tim ini bekerja sama dengan Kepolisian Republik Indonesia dan pihak imigrasi.
Berdasarkan data Direktorat Jenderal Pengendalian Penyelenggaraan Haji dan Umrah hingga 25 April 2026, petugas telah mencegah 13 warga negara Indonesia yang menggunakan visa non-prosedural. Pencegahan dilakukan di Bandara Soekarno-Hatta dan Bandara Kualanamu, Medan.
Selain itu, Kemenhaj mengajak masyarakat untuk melaporkan dugaan penipuan atau promosi haji ilegal melalui aplikasi Kawal Haji. Aplikasi ini menjadi kanal pengaduan resmi selama operasional haji berlangsung.
Kemenhaj juga menegaskan kepada Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) agar tidak memungut biaya tambahan di luar ketentuan. Pelanggaran akan ditindak tegas.
Jemaah Diminta Jaga Kesehatan di Madinah
Sementara itu, jemaah haji Indonesia yang telah tiba di Madinah diminta menjaga kondisi kesehatan. Suhu udara di kota tersebut diperkirakan mencapai 36 derajat Celsius dengan tingkat kelembapan sekitar 25 persen.
Petugas mengimbau jemaah untuk memperbanyak minum air putih, menggunakan pelindung kepala, serta mengenakan pakaian yang nyaman. Jemaah juga perlu mengatur waktu istirahat dengan baik.
Selain itu, jemaah diharapkan mengikuti arahan petugas dan ketua kloter. Jika membutuhkan bantuan, jemaah diminta segera menghubungi petugas yang bertugas di lapangan.
Komitmen Pelayanan Haji Ramah
Pemerintah menegaskan komitmennya dalam memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh jemaah. Layanan tersebut dijalankan melalui semangat Haji Ramah Lansia, Disabilitas, dan Perempuan.
Dengan pendekatan ini, pemerintah berharap seluruh jemaah dapat menjalankan ibadah dengan aman, nyaman, dan lancar sepanjang rangkaian haji berlangsung. (*/red)






