Solsel, Javanusa—Pemerintah Kabupaten Solok Selatan (Solsel) terus memperkuat sistem pendataan melalui program Solok Selatan Satu Data.
Sebanyak 254 wali jorong mengikuti rapat koordinasi dan evaluasi secara daring pada Selasa (19/5). Peserta aktif menyampaikan kondisi lapangan selama proses pendataan berlangsung.
Dalam arahannya, Bupati Solsel Khairunas menegaskan pentingnya pembaruan data masyarakat secara berkala.
Langkah ini mencegah kesalahan dan ketidaksesuaian data di lapangan.
“Dengan teknologi, ini merupakan inovasi Pemerintah Kabupaten Solok Selatan dalam mengoordinasikan daerah hingga ke tingkat jorong,” ujar Khairunas saat melaunching ruang daring yang menjadi agenda rutin pemerintah daerah.
Akurasi Data Jadi Dasar Kebijakan dan Bantuan
Khairunas menekankan akurasi data sebagai dasar penyusunan kebijakan daerah. Data yang tepat juga menentukan penyaluran program bantuan agar tepat sasaran.
Karena itu, wali jorong diminta aktif memperbarui data warga secara berkelanjutan.
Penguatan Koordinasi Melalui Ruang Daring
Bupati juga meminta seluruh jajaran Pemkab Solok Selatan memanfaatkan ruang daring tersebut. Tujuannya untuk memperkuat koordinasi lintas instansi dan meningkatkan kualitas pelayanan publik. Fasilitas ini juga mendorong optimalisasi peran setiap pihak di lapangan.
Dukungan Teknologi untuk Pendataan Lapangan
Sebelumnya, pemerintah daerah telah menyerahkan tablet kepada para wali jorong. Perangkat tersebut mendukung proses pendataan dan pelaporan di lapangan. Langkah ini memperkuat implementasi program Solok Selatan Satu Data secara menyeluruh.
Turut hadir Wakil Bupati Yulian Efi, Sekretaris Daerah Syamsurizaldi, serta sejumlah pejabat Pemkab Solok Selatan. Hadir juga Kepala BPS Solsel Roby dan Ketua TP-PKK Solsel Erniati Khairunas mengikuti secara daring. (*/red)






