Tanah Datar, Javanusa—Sebanyak 28 unit Huntara di Nagari Guguak Malalo, Kecamatan Batipuh Selatan, Kabupaten Tanah Datar siap ditempati korban banjir dan longsor.
Proyek ini ditinjau langsung Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade bersama Wakil Bupati (Wabup) Tanah Datar Ahmad Fadly dan organisasi perangkat daerah terkait, Sabtu (31/1/2026).
Project Manager PT Nindya Karya, Syafriwal, mengatakan progres pembangunan sudah mencapai 90 persen. Pekerjaan fisik ditargetkan tuntas pada 1 Februari 2026.
“Pembangunan berlangsung sekitar tujuh hari. Setelah fisik selesai, kami langsung lengkapi fasilitas di dalam unit,” kata Syafriwal di lokasi.
Ia menyebut setiap unit akan diisi kasur, lemari, dan kipas angin. Selanjutnya, unit diserahkan ke pemerintah daerah untuk ditempati warga.
Sebanyak 28 unit huntara dibangun di dua titik yang berdekatan di kawasan intake PLTA Singkarak. Rinciannya, 20 unit di titik pertama dan 8 unit di titik kedua.
Setiap unit berukuran 4,5 x 4,5 meter. Bangunan dilengkapi toilet, MCK, area cuci, jemuran, dapur umum, serta taman bermain anak.
Andre Rosiade menjelaskan pembangunan huntara di Sumatera Barat dikelola melalui program Danantara. Pemerintah menunjuk PT Nindya Karya sebagai pelaksana proyek.
Menurut Andre, spesifikasi bangunan ditingkatkan sesuai arahan Presiden RI Prabowo Subianto. Tujuannya agar warga terdampak bisa tinggal lebih layak selama masa transisi.
“Insyaallah seluruh pekerjaan fisik selesai 1 Februari 2026 sekaligus pengisian furnitur. Peresmian direncanakan 2 Februari. Kami juga siapkan bantuan sembako bagi penghuni,” ujar Andre.
Pembangunan Serentak di Tanah Datar dan Agam
Andre menambahkan, pembangunan huntara tidak hanya dilakukan di Tanah Datar. Program serupa juga berjalan di Kabupaten Agam.
Langkah ini menjadi bagian dari percepatan pemulihan pascabencana di Sumatera Barat. Pemerintah pusat mendorong percepatan hunian sementara sebelum pembangunan hunian tetap (huntap).
Andre juga meminta pemerintah daerah dan warga menjaga fasilitas yang telah dibangun. Ia berharap korban bencana bisa tinggal dengan aman dan nyaman.
Wakil Bupati Tanah Datar Ahmad Fadly menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah pusat. Ia menilai pembangunan huntara membantu percepatan penanganan darurat dan pemulihan warga.
“Kunjungan ini memastikan penanganan darurat, pemulihan, dan rehabilitasi berjalan sesuai arahan Presiden,” kata Ahmad Fadly.
Ia berharap keberadaan huntara memberi rasa aman bagi warga terdampak. Pemerintah daerah, kata dia, akan mengawal proses penempatan hingga layanan dasar berjalan. (*/red)






