Padang Panjang, Javanusa—Sebanyak 30 siswa SMAN 2 Padang Panjang mengikuti Wisuda Tahfiz Al-Qur’an dengan capaian hafalan antara 2 hingga 8 juz. Kegiatan berlangsung di Gedung M. Sjafei, Rabu (11/2/2026).
Wisuda tahfiz ini menjadi bagian dari program pembinaan karakter berbasis keagamaan yang dijalankan sekolah melalui kegiatan tahfiz Al-Qur’an.
Wakil Wali Kota Padang Panjang, Allex Saputra, yang hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan apresiasi atas konsistensi SMAN 2 dalam menjalankan program tahfiz bagi siswa.
Ia menilai program tersebut sejalan dengan visi Padang Panjang sebagai kota pendidikan yang menekankan penguatan nilai keagamaan dan akhlak.
“Atas nama Pemerintah Kota, kami mengapresiasi SMAN 2 yang terus membina generasi Qur’ani. Program seperti ini penting untuk memperkuat karakter dan akhlak siswa,” ujarnya.
Allex juga mengingatkan agar Al-Qur’an dijadikan pedoman hidup oleh para siswa serta mendorong penguatan kolaborasi antara sekolah dan keluarga dalam pembinaan karakter.
“Al-Qur’an harus menjadi benteng diri dan pedoman hidup. Sinergi sekolah dan keluarga perlu diperkuat agar lahir generasi islami, cerdas, produktif, dan bermanfaat,” katanya.
Kepala SMAN 2 Padang Panjang, Yurnilis, menjelaskan program tahfiz merupakan kegiatan ekstrakurikuler wajib di sekolah dan menjadi bagian dari dukungan terhadap program keagamaan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan Pemerintah Kota Padang Panjang.
Menurutnya, wisuda tahun ini merupakan angkatan pertama program tahfiz di SMAN 2.
“Sebanyak 30 siswa diwisuda dengan hafalan 2 sampai 8 juz. Ini wisuda tahfiz pertama di SMAN 2 dan menjadi tonggak pengembangan program ke depan,” jelasnya.
Ia menegaskan, wisuda tahfiz tidak hanya bersifat seremonial, tetapi menjadi bentuk penghargaan atas proses dan kesungguhan siswa dalam menghafal Al-Qur’an.
Perwakilan orang tua siswa, Efrizon, turut menyampaikan apresiasi kepada pihak sekolah dan para pembimbing tahfiz atas pendampingan yang diberikan kepada siswa.
“Menghafal Al-Qur’an membutuhkan kesungguhan dan kesabaran. Kami berterima kasih kepada guru dan pihak sekolah yang telah membimbing anak-anak,” ujarnya.
Ia berharap para siswa dapat menjaga dan terus meningkatkan hafalan mereka setelah diwisuda.
“Wisuda ini bukan akhir, tetapi awal untuk terus menjaga dan mengamalkan hafalan agar memberi manfaat dalam kehidupan,” katanya. (*/red)






