Padang, Javanusa—Sebanyak 31 tim mengikuti Lomba Selaju Sampan dalam rangka Hari Jadi Kota (HJK) Padang ke-357. Perlombaan berlangsung di Batang Palinggam, Kawasan Sungai Batang Arau, Kecamatan Padang Selatan, Jumat (7/8/2026).
Lomba Selaju Sampan HJK Padang ke-357 menjadi bagian dari rangkaian perayaan hari jadi Kota Padang. Perlombaan tersebut berlangsung selama tiga hari, mulai 7 hingga 9 Agustus 2026.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia Mochamad Irfan Yusuf, Sekretaris Jenderal Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia Denny Abdi, dan Anggota DPR-RI Rahmat Saleh.
Selain itu, hadir Wali Kota Padang Fadly Amran, Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir, serta Wali Kota Hildesheim, Jerman, Ingo Meyer.
Ketua Tim Penggerak PKK Kota Padang Ny. Dian Puspita Fadly Amran dan Ketua GOW Kota Padang Ny. Sri Hayati Maigus Nasir juga hadir bersama unsur Forkopimda Kota Padang serta tamu undangan lainnya.
Pembukaan Lomba Selaju Sampan
Pembukaan Lomba Selaju Sampan ditandai pemukulan gendang tabuh secara bersama-sama. Pemukulan gendang dilakukan Mochamad Irfan Yusuf, Denny Abdi, Rahmat Saleh, Fadly Amran, Maigus Nasir, Ingo Meyer, serta unsur Forkopimda Kota Padang.
Wali Kota Padang Fadly Amran menyampaikan Lomba Selaju Sampan menjadi salah satu tradisi dan perlombaan yang mencerminkan kekayaan budaya masyarakat Kota Padang.
Fadly mengatakan pemerintah kota berkomitmen menggelar perlombaan tersebut setiap tahun di Batang Palinggam.
“Alhamdulillah, kita bisa mengadakan kegiatan ini kembali sebagai cerminan kekuatan tradisi Sumatera Barat, khususnya di Kota Padang. Ini merupakan komitmen kami bahwa setiap tahun Lomba Selaju Sampan akan terus digelar di Batang Palinggam ini.”
Promosikan Budaya dan Kuliner Kota Padang
Menurut Fadly, perayaan HJK Padang tahun ini mengusung tema Taste of Padang Experience: Road to Gastronomy City.
Tema tersebut bertujuan mempromosikan kekayaan kuliner Kota Padang agar semakin dikenal dunia. Selain itu, tema tersebut juga mendorong upaya Kota Padang memperoleh pengakuan sebagai Kota Gastronomi UNESCO.
“Kita ingin masyarakat tidak hanya datang ke Kota Padang, tetapi benar-benar merasakan budaya, kuliner, keramahan, dan kehidupan masyarakat Kota Padang. Semoga Kota Padang semakin dikenal sebagai kota global dan pada akhirnya memperoleh pengakuan sebagai Kota Gastronomi UNESCO,” ujarnya.
Lomba Dibagi Dua Kategori
Ketua Panitia Mega Nanda menjelaskan, penyelenggara mengembangkan Lomba Selaju Sampan tahun ini menjadi dua kategori.
Kategori pertama yaitu Kelompok Umur (KU) Junior U-18 yang diikuti 13 tim. Sementara itu, kategori Open Kota Padang (Senior) diikuti 18 tim.
Mega Nanda mengatakan kategori KU Junior baru pertama kali hadir dalam pelaksanaan Lomba Selaju Sampan tahun ini.
“Ini merupakan pertama kalinya kami mengadakan kategori KU Junior. Kami menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kota Padang atas dukungan yang diberikan sehingga kategori ini dapat terlaksana dengan baik. Semoga ke depan pembinaan atlet dayung usia muda di Kota Padang semakin berkembang,” jelasnya. (*)






