Pariaman, Javanusa—Pemerintah Kota Pariaman, melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan KB (DP3AKB) serta Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Perindagkop UKM), bekerja sama dengan Rumah Perlindungan Sosial Anak (RPSA) Delima Pariaman memberangkatkan 32 anak ke Panti Sosial Bina Remaja (PSBR) Harapan Padang Panjang, Selasa (1/7/2025).
Program ini bertujuan meningkatkan keterampilan hidup anak-anak dari keluarga rentan agar mandiri secara ekonomi. Peserta terdiri dari 21 anak dari Kota Pariaman dan 11 anak dari Kabupaten Padang Pariaman.
Wali Kota Pariaman, Yota Balad, melepas langsung keberangkatan peserta di Lobi Balai Kota. Ia menekankan pentingnya kesungguhan dalam belajar untuk mengubah masa depan keluarga.
“Banyak yang kesulitan memulai usaha karena faktor ekonomi. Situasi ini membuat mereka rawan terhadap kekerasan, pelecehan, atau terjerumus dalam tindakan negatif lainnya. Pelatihan ini menjadi titik balik menuju kehidupan yang lebih baik,” ucap Yota.
Ia juga menambahkan, program ini sejalan dengan visi “Satu Rumah Satu Industri Rumah Tangga” dari kepemimpinan Balad-Mulyadi.
Yota mengajak peserta untuk menjaga nama baik keluarga dan membuktikan bahwa mereka mampu bangkit dan sukses.
Pelatihan Sesuai Bakat
Plt. Kepala DP3AKB, Yulia, menyampaikan pelatihan akan berlangsung selama enam bulan. Setiap peserta memilih jurusan sesuai minat dan bakat, seperti menjahit, tata boga, atau bordir.
“Setiap anak akan mendalami satu keterampilan secara khusus. Harapannya, mereka bisa mengembangkan keahlian tersebut menjadi usaha mandiri,” jelas Yulia.
Kepala Dinas Perindagkop dan UKM, Alyendra menegaskan pelatihan ini bukan program sekali jalan. Setelah menyelesaikan pelatihan di PSBR, para peserta akan mendapat pembinaan lanjutan serta bantuan usaha yang relevan dengan keahlian yang diperoleh.
Ketua RPSA Delima Pariaman, Fatmiyeti Kahar atau Teta Sabar, berharap pelatihan ini mampu membentengi anak-anak dari berbagai bentuk kejahatan dan eksploitasi. Ia menilai program ini sebagai upaya strategis membangun ketahanan keluarga dari akar.
“Ketika anak-anak mandiri secara ekonomi, mereka akan lebih kuat menghadapi tantangan hidup. Ketahanan keluarga dimulai dari pemberdayaan anak,” tutupnya. (*/red)






