Jakarta, Javanusa—Kementerian Agama memberangkatkan 700 peserta dalam program Mudik Gratis Ramadan 1447 H/2026 M. Para pemudik diberangkatkan menggunakan 14 bus menuju sejumlah kota di Pulau Jawa dan Sumatra.
Sekretaris Jenderal Kamaruddin Amin mengatakan program ini telah memasuki tahun kelima pelaksanaannya.
Program tersebut diselenggarakan untuk membantu masyarakat pulang kampung dengan aman dan nyaman saat Lebaran.
Menurut Kamaruddin, program mudik gratis yang digelar pemerintah dan berbagai lembaga setiap tahun mendapat respons positif dari masyarakat. Kementerian Agama menghadirkan program ini sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Ramadan yang menyesuaikan kebutuhan publik.
“Tahun kelima program mudik, sebanyak 700 pemudik diberangkatkan menggunakan 14 bus dengan tujuan berbagai kota di Pulau Jawa dan Sumatra,” kata Kamaruddin di Jakarta, Selasa (17/3/2026).
6.859 Masjid Disiapkan untuk Pemudik
Selain program mudik gratis, Kementerian Agama juga menyiapkan fasilitas singgah bagi pemudik melalui program Masjid Ramah Pemudik.
Sebanyak 6.859 masjid di berbagai daerah disiapkan sebagai tempat istirahat gratis selama musim mudik. Selain masjid, rumah ibadah agama lain juga dilibatkan untuk memberikan layanan serupa kepada pemudik.
Kementerian Agama juga menjalankan sejumlah program sosial selama Ramadan. Di antaranya pembagian takjil lintas agama yang melibatkan berbagai unsur masyarakat, distribusi bantuan kurma dari pemerintah luar negeri, serta penyaluran paket sembako bagi masyarakat yang membutuhkan.
Distribusi Kurma dan Bantuan Sosial
Dalam program bantuan Ramadan, Kementerian Agama mendistribusikan 100 ton kurma hibah dari Arab Saudi serta 30 ton kurma dari Uni Emirat Arab. Selain itu, ribuan paket sembako juga disalurkan kepada masyarakat dhuafa melalui kerja sama dengan berbagai pihak.
Program takjil Ramadan turut melibatkan berbagai komunitas lintas agama, termasuk umat Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Khonghucu.
Kolaborasi Lintas Sektor
Kementerian Agama menyatakan penyelenggaraan program mudik tahun ini melibatkan berbagai lembaga pemerintah dan institusi negara. Dukungan datang dari Kementerian Perhubungan, Kepolisian Negara Republik Indonesia, Tentara Nasional Indonesia, serta sejumlah badan usaha milik negara.
Menteri Agama juga menyampaikan apresiasi kepada Prabowo Subianto atas dukungan pemerintah dalam koordinasi penyelenggaraan mudik nasional.
Pemerintah mengimbau masyarakat untuk tetap memperhatikan keselamatan selama perjalanan mudik dan mematuhi aturan lalu lintas. (*/red)






