Padang, Javanusa—Gunung Marapi di Sumatera Barat kembali mengalami erupsi pada Rabu (3/6/2026) dini hari. Letusan terjadi sekitar pukul 03.05 WIB dan terekam oleh peralatan pemantauan seismik di Pos Pengamatan Gunung Marapi.
Petugas Pos Pengamatan Gunung Marapi, Ahmad Rifandi, mengatakan kolom abu saat erupsi tidak teramati karena kondisi visual yang terbatas pada waktu kejadian. Namun, aktivitas vulkanik tersebut tercatat dengan jelas melalui instrumen pemantauan.
“Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 14 milimeter dan durasi 39 detik,” kata Ahmad Rifandi dalam laporan tertulis yang diterima, Rabu (3/6/2026).
PVMBG Keluarkan Imbauan Keselamatan
Menanggapi aktivitas vulkanik tersebut, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) kembali mengingatkan masyarakat agar mematuhi seluruh rekomendasi keselamatan yang berlaku.
PVMBG melarang masyarakat, pendaki, dan wisatawan memasuki serta melakukan aktivitas dalam radius tiga kilometer dari pusat erupsi di Kawah Verbeek. Kawasan tersebut berpotensi terdampak material vulkanik yang dapat mengancam keselamatan.
Waspadai Potensi Banjir Lahar
Selain itu, PVMBG meminta warga yang tinggal di sekitar lembah, bantaran sungai, dan aliran sungai yang berhulu di Gunung Marapi untuk meningkatkan kewaspadaan. Imbauan tersebut terutama berlaku saat curah hujan tinggi karena dapat memicu banjir lahar.
PVMBG juga mengimbau masyarakat menggunakan masker saat terjadi hujan abu vulkanik untuk mengurangi risiko gangguan pernapasan. Warga disarankan melindungi mata dan kulit dari paparan abu, mengamankan sumber air bersih, serta membersihkan timbunan abu di atap bangunan agar tidak menimbulkan kerusakan akibat beban berlebih.
Di sisi lain, masyarakat diminta tidak mudah mempercayai maupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. PVMBG menegaskan bahwa seluruh informasi mengenai aktivitas Gunung Marapi harus merujuk pada sumber resmi dan arahan pemerintah daerah.
Pemerintah daerah di empat wilayah sekitar Gunung Marapi, yakni Kota Padang Panjang, Kota Bukittinggi, Kabupaten Tanah Datar, dan Kabupaten Agam, juga diminta terus berkoordinasi dengan PVMBG serta Pos Pengamatan Gunung Marapi guna memperkuat langkah mitigasi dan kesiapsiagaan.
Untuk memperoleh informasi terbaru mengenai aktivitas Gunung Marapi, masyarakat dapat mengakses aplikasi MAGMA Indonesia maupun laman resmi Kementerian ESDM yang menyediakan pembaruan data vulkanologi secara berkala. (*/red)






