Tangerang, Javanusa—Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Moch. Irfan Yusuf menyambut kedatangan tim Musyrif Diny yang telah menyelesaikan tugas pendampingan ibadah haji Tahun 1447 H/2026 M.
Kehadiran para ulama, kiai, dan ahli fikih tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan seluruh rangkaian ibadah haji berlangsung sesuai tuntunan syariat, sekaligus menjawab berbagai dinamika yang dihadapi jemaah di lapangan.
Menhaj menjelaskan, Musyrif Diny memegang peran strategis dalam mengawal aspek spiritual penyelenggaraan haji.
Tim ini memberikan pendampingan, pembinaan, serta memastikan pelaksanaan ritual ibadah berjalan sesuai ketentuan agama.
“Kami mengundang para kiai, ulama, dan ahli agama untuk bersama-sama memastikan seluruh proses dan ritual haji berjalan sesuai tuntunan syariat. Kehadiran Musyrif Diny menjadi bagian penting dalam memberikan pendampingan keagamaan kepada jemaah,” ujar Menhaj di Bandara Soekarno-Hatta, Selasa (8/6).
Fokus Sukses Spiritual Jemaah
Anggota Tim Musyrif Diny Sektor 8 Makkah, KH Fathurrahman, menjelaskan sebanyak 30 anggota Musyrif Diny bertugas mendampingi pelaksanaan haji tahun ini.
Menurutnya, peran Musyrif Diny tidak hanya berfokus pada bimbingan manasik dan fikih ibadah, tetapi juga mendukung terwujudnya Tri Sukses Haji yang menjadi arah penyelenggaraan haji Indonesia.
“Fokus utama kami adalah mendukung sukses spiritual. Kami harus memastikan seluruh pelaksanaan ibadah berjalan sesuai tuntunan fikih Islam sekaligus menjembatani berbagai pandangan keagamaan yang berkembang di tengah jemaah,” jelasnya.
Ia menambahkan, pendekatan Manhaj At-Taisir atau fikih kemudahan sangat relevan dalam mendampingi jemaah, terutama lansia, penyandang disabilitas, dan perempuan.
Pendekatan tersebut memungkinkan jemaah menjalankan ibadah secara sah, aman, nyaman, dan terhindar dari kesulitan yang berlebihan.
Selain mendukung sukses spiritual, Musyrif Diny juga berkontribusi dalam penguatan ekosistem ekonomi haji. Serta pembangunan peradaban melalui penguatan nilai kemanusiaan, persatuan, dan kebermanfaatan yang lahir dari penyelenggaraan ibadah haji.
Sebarkan Nilai Persatuan dan Moderasi
Anggota Musyrif Diny Daerah Kerja Makkah, Abdulloh Kafabihi, menegaskan Baitullah merupakan simbol persatuan umat Islam dunia.
Karena itu, kehadiran Musyrif Diny dapat memperkuat pesan kedamaian, persaudaraan, dan moderasi dalam kehidupan beragama.
“Baitullah adalah tempat yang aman dan penuh keberkahan. Islam mengajarkan persatuan, kedamaian, dan kasih sayang. Nilai-nilai inilah yang harus terus dibawa dan disebarluaskan oleh para jemaah setelah kembali dari Tanah Suci,” ujarnya.
Siapkan Panduan Haji Mabrur
Tim Musyrif Diny bersama Direktorat Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah tengah menyiapkan panduan haji mabrur sebagai bekal bagi jemaah setelah kembali ke Tanah Air.
Menurut Abdulloh, keberhasilan haji tidak berhenti saat jemaah meninggalkan Tanah Suci. Keberhasilan tersebut harus tercermin melalui perubahan perilaku, penguatan nilai ibadah, serta kontribusi sosial yang dapat dirasakan masyarakat setelah kepulangan jemaah. (*/red)






