Padang, Javanusa—Sebanyak 393 jemaah umrah diberangkatkan dari Bandara Internasional Minangkabau (BIM) menuju Madinah, Arab Saudi, Selasa (16/6/2026) dini hari.
Keberangkatan ini menjadi momen bersejarah karena berlangsung saat operasional pemulangan jemaah haji Indonesia masih berjalan.
Langkah tersebut menandai dimulainya musim umrah 1448 Hijriah sekaligus menghadirkan pola baru dalam penyelenggaraan ibadah ke Tanah Suci.
Untuk pertama kalinya, Arab Saudi membuka musim umrah ketika ribuan jemaah haji masih berada di Makkah dan Madinah.
Selama ini, pemberangkatan umrah umumnya baru dilakukan setelah seluruh rangkaian operasional haji selesai. Namun kini, kedua layanan tersebut dapat berjalan secara bersamaan.
Keberangkatan rombongan umrah dari Padang dilepas Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Sumatera Barat, M. Rifki, bersama sejumlah pemangku kepentingan, termasuk Manajer Station Garuda Indonesia Padang Rusdi Saad, perwakilan Bea Cukai, Angkasa Pura, dan pimpinan Sianok Holiday.
Pesawat Penjemput Haji Angkut Jemaah Umrah
Menurut Rifki, keberangkatan kali ini memiliki nilai strategis karena menggunakan pesawat Garuda Indonesia yang selanjutnya akan bertugas menjemput jemaah haji Indonesia dari Madinah.
“Hari ini kita sama-sama melepas keberangkatan jemaah umrah perdana tahun 1448 Hijriah dari Padang. Yang istimewa, keberangkatan ini menggunakan pesawat haji yang akan menjemput jemaah haji Indonesia di Madinah,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pemanfaatan armada penjemput haji untuk mengangkut jemaah umrah menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem ekonomi haji dan umrah yang lebih efisien.
Menurut Rifki, selama bertahun-tahun pesawat yang diberangkatkan ke Arab Saudi untuk menjemput jemaah haji umumnya terbang tanpa membawa penumpang. Kondisi tersebut dinilai belum optimal dari sisi pemanfaatan armada.
“Pesawat yang akan menjemput jemaah haji itu langsung membawa jemaah umrah dari Indonesia. Jadi pesawat tidak berangkat dalam keadaan kosong. Ini sesuai dengan visi Kementerian Haji dan Umrah, yaitu membangun ekosistem ekonomi haji dan umrah yang memberikan manfaat lebih luas,” katanya.
Dorong Efisiensi dan Manfaat Ekonomi
Rifki menegaskan bahwa konsep ekosistem ekonomi haji dan umrah tidak hanya berfokus pada pelayanan ibadah. Lebih dari itu, seluruh rangkaian operasional diharapkan mampu menciptakan nilai tambah ekonomi.
“Ekosistem ekonomi haji dan umrah itu maksudnya haji dan umrah memiliki dampak ekonomi yang dapat dirasakan. Jadi tidak hanya memberangkatkan jemaah, tetapi juga bagaimana setiap proses yang ada dapat dimanfaatkan secara optimal dan memberikan manfaat yang lebih besar,” ujarnya.
Ia menilai kebijakan tersebut merupakan terobosan baru dalam sejarah penyelenggaraan haji Indonesia. Pemanfaatan armada secara maksimal diyakini dapat meningkatkan efisiensi operasional sekaligus membuka peluang penurunan biaya perjalanan umrah di masa mendatang.
“Mudah-mudahan langkah ini dapat membantu meringankan biaya umrah yang dibebankan kepada jemaah. Di sisi lain, pemanfaatan pesawat secara optimal juga memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi negara,” kata Rifki.
Garuda Doakan Jemaah Lancar Beribadah
Sementara itu, Manajer Station Garuda Indonesia Padang, Rusdi Saad, mengatakan seluruh jemaah akan terbang langsung menuju Madinah menggunakan pesawat yang setelahnya dijadwalkan melayani pemulangan jemaah haji Indonesia dari Arab Saudi.
Rusdi berharap seluruh jemaah memperoleh kesehatan dan kemudahan selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.
“Kita doakan seluruh jemaah diberikan kesehatan, perjalanan yang lancar, dapat melaksanakan ibadah umrah dengan baik, dan kembali ke Tanah Air dengan membawa umrah yang mabrur,” ujarnya.
Keberangkatan 393 jemaah dari Padang menjadi penanda dimulainya musim umrah 1448 Hijriah di tengah berlangsungnya operasional haji. Perubahan ini membuka akses keberangkatan umrah lebih cepat sekaligus menghadirkan model baru dalam penyelenggaraan layanan haji dan umrah Indonesia. (*/red)






