Padang, Javanusa—Gelombang cuaca panas yang melanda Kota Padang selama dua pekan terakhir telah memicu kekhawatiran di kalangan petani. Sekitar 4.200 hektare lahan pertanian kini terancam kekeringan.
Kepala Dinas Pertanian Kota Padang Yoice Yuliani mengimbau warga untuk melakukan penghematan pemakaian air.
“Bagi petani yang lahan pertaniannya mulai mengering, mulai saat ini lakukan penghematan air,” imbaunya.
Selain melakukan penghematan air, petani juga diharapkan mengoptimalkan pemakaian irigasi. Akan tetapi tidak boros. “Gunakan air seperlunya saja,” kata Yoice.
Yoice menyebut, saat terjadinya cuaca panas ini, sebagian besar lahan persawahan warga di Padang baru saja selesai panen. Artinya, setelah ini petani membutuhkan air untuk mengolah tanah.
“Lakukan pemupukan menggunakan pupuk kimia yang dicampur dengan pupuk organik. Dengan begitu nantinya tanah akan gembur dan tidak keras,” sebutnya.
Selain itu kembalikan jerami ke lahan sawah, jangan dibakar, karena jerami baik untuk mengembalikan kesuburan tanah.
Apabila cuaca panas terus berlanjut, ia mengajak petani untuk mengganti tanaman. Seperti menanam sayuran dan lainnya.
“Tetapi, jika sepanjang air masih mencukupi, tetaplah menanam padi,” imbaunya. (*/jn01)






