Javanusa.com—Babak semifinal Piala Dunia FIFA 2026 resmi menghadirkan empat kekuatan besar sepak bola dunia.
Argentina, Prancis, Spanyol, dan Inggris kini tinggal selangkah lagi menuju final. Dengan empat kemungkinan partai puncak yang masing-masing menawarkan cerita berbeda, mulai dari misi balas dendam hingga perebutan rekor bersejarah.
Persaingan menuju gelar juara Piala Dunia 2026 kini hanya menyisakan Argentina, Prancis, Spanyol, dan Inggris. Hasil perempat final memastikan turnamen edisi ke-23 ini tidak akan melahirkan juara baru.
Inggris dan Spanyol sama-sama membidik gelar dunia kedua. Di sisi lain, Prancis mengejar trofi ketiga. Sedangkan Argentina berpeluang mempertahankan gelar sekaligus mengoleksi empat trofi Piala Dunia.
Keempat tim masih harus melewati laga semifinal sebelum tampil di partai puncak yang akan berlangsung di New York New Jersey Stadium pada 19 Juli.
Dari kombinasi semifinal tersebut, terdapat empat kemungkinan laga final yang siap menghadirkan drama besar.
Prancis vs Inggris: Rivalitas Eropa dan Misi Balas Dendam
Jika Prancis mengatasi Spanyol dan Inggris menyingkirkan Argentina, publik akan menyaksikan final Piala Dunia pertama yang mempertemukan kedua negara tersebut.
Bagi Inggris, final ini menjadi kesempatan membalas kekalahan dari Prancis pada perempat final Piala Dunia Qatar 2022.
Sementara Les Bleus berpeluang menembus final Piala Dunia untuk ketiga kali secara beruntun setelah edisi 2018 dan 2022.
Laga juga akan menghadirkan duel sejumlah rekan setim di level klub. Kylian Mbappe dan Jude Bellingham, yang sama-sama membela Real Madrid, berpotensi saling berhadapan. Begitu pula Harry Kane dan Michael Olise dari Bayern Munich yang akan berada di kubu berbeda.
Prancis vs Argentina: Ulangan Final Dramatis Qatar 2022
Skenario ini menjadi salah satu yang paling dinantikan karena akan mengulang final Piala Dunia Qatar 2022.
Tiga setengah tahun lalu, Argentina mengalahkan Prancis lewat adu penalti setelah bermain imbang 3-3 di Lusail Stadium.
Kini Les Bleus berpeluang membalas kekalahan tersebut, sedangkan La Albiceleste membidik gelar dunia keempat sekaligus menjadi tim pertama sejak Brasil pada 1958 dan 1962 yang mampu mempertahankan trofi Piala Dunia.
Partai ini juga membuka peluang duel kembali antara Lionel Messi dan Kylian Mbappe. Keduanya saat ini memimpin daftar pencetak gol terbanyak turnamen dengan koleksi delapan gol.
Selain final 2022, kedua negara juga pernah bertemu pada Babak 16 Besar Piala Dunia 2018. Saat itu Prancis menang 4-3 dalam perjalanan menuju gelar juara.
Spanyol vs Inggris: Reuni Final EURO 2024
Final antara Spanyol dan Inggris akan menjadi ulangan partai puncak UEFA EURO 2024 apabila La Roja mengalahkan Prancis dan Three Lions menyingkirkan Argentina.
Pada final EURO 2024, Spanyol menang 2-1 atas Inggris. Kini Harry Kane dan rekan-rekannya berpeluang membalas kekalahan tersebut.
Menariknya, kedua negara sama-sama hanya sekali tampil di final Piala Dunia dan selalu berakhir dengan gelar juara. Inggris meraihnya pada 1966, sedangkan Spanyol menjadi juara pada 2010.
Sepanjang sejarah Piala Dunia, kedua tim baru dua kali bertemu. Spanyol menang 1-0 pada fase grup edisi 1950, sedangkan pertemuan berikutnya di Piala Dunia 1982 berakhir imbang tanpa gol.
Spanyol vs Argentina: Duel Juara Dunia dan Juara Eropa
Skenario lain menghadirkan final antara Spanyol dan Argentina apabila keduanya sukses melewati semifinal.
Jika terjadi, laga tersebut akan menjadi pertemuan pertama kedua tim di Piala Dunia sejak fase grup edisi 1966. Saat itu Argentina menang dengan skor 2-1.
Final ini juga berpotensi menjadi bentrokan pertama dalam sejarah Piala Dunia yang mempertemukan juara bertahan Eropa dengan juara bertahan dunia.
Spanyol akan mengejar gelar dunia kedua sehingga menyamai koleksi Prancis dan Uruguay. Sebaliknya, Argentina berpeluang meraih trofi keempat untuk menyamai Jerman dan Italia, sekaligus hanya terpaut satu gelar dari Brasil.
Selain nilai historis, pertandingan ini dapat mempertemukan dua generasi berbeda dalam sepak bola dunia, yakni Lionel Messi dan Lamine Yamal, yang berpotensi menjadi pusat perhatian sepanjang laga. (*)






