Javanusa.com—Film horor Lastri: Arwah Kembang Desa akan mulai menghiasi bioskop Indonesia pada 16 Juli 2026.
Menggabungkan unsur horor, drama, dan misteri, film ini mengangkat kisah kelam tentang fitnah, pengkhianatan, serta arwah seorang perempuan yang kembali untuk menuntut balas atas tragedi yang menghancurkan hidupnya.
Disutradarai Hendry Tivo, Lastri: Arwah Kembang Desa hadir dengan durasi 102 menit dan mendapat klasifikasi penonton usia 17 tahun ke atas.
Film ini diproduseri Joe Richard bersama Hendry Tivo. Sejumlah pemain yang terlibat antara lain Joe Richard, Gary Iskak, Yama Carlos, Hana Saraswati, dan Audy Bella.
Alur cerita berfokus pada Atmi (Audy Bella), seorang perempuan yang mendadak mengalami teror dari sosok gaib misterius. Gangguan tersebut perlahan membuka rahasia kelam yang telah lama terkubur selama puluhan tahun.
Semakin jauh Atmi berusaha mencari jawaban, semakin jelas bahwa arwah yang menghantuinya datang untuk meminta pertanggungjawaban atas peristiwa tragis di masa lalu.
Sosok Lastri, Arwah yang Ditakuti Sekaligus Dipercaya Menolong
Warga yang tinggal di sekitar area pemakaman mengenal sosok gaib itu sebagai Lastri (Hana Saraswati). Di mata masyarakat, Lastri memiliki reputasi yang unik.
Sebagian orang percaya arwah tersebut kerap menghantui mereka yang berniat jahat. Namun, tidak sedikit pula yang meyakini Lastri masih bersedia membantu orang-orang yang benar-benar membutuhkan pertolongan.
Meski demikian, belas kasih itu tidak pernah diberikan kepada mereka yang terlibat dalam tragedi yang merenggut nyawanya sekitar tiga dekade lalu.
Fitnah dan Kecemburuan Menjadi Awal Petaka
Saat masih hidup, Lastri dikenal sebagai perempuan cantik yang menjadi kembang desa di Kampung Bandeng. Ia kemudian menikah dengan Turenggo (Gary Iskak), seorang juragan tambang pasir.
Pernikahan tersebut memicu rasa iri sejumlah pria di kampung, terutama Darman (Yama Carlos), yang selama ini menjadi rival Turenggo dalam bisnis tambang pasir.
Situasi semakin memburuk ketika fitnah mulai menyebar. Atmi, yang diam-diam menyimpan perasaan kepada Turenggo, ikut memperkeruh keadaan dengan menyebarkan berbagai rumor buruk mengenai Lastri kepada warga.
Bersama Darman, Atmi berusaha memengaruhi Turenggo agar meragukan kesetiaan istrinya. Rangkaian peristiwa itu akhirnya berujung pada tragedi besar yang kini kembali menghantui kehidupan mereka melalui kemunculan arwah Lastri.
Mengangkat tema balas dendam akibat fitnah, kecemburuan, dan pengkhianatan, Lastri: Arwah Kembang Desa menawarkan perpaduan horor supranatural dengan konflik emosional yang kuat.
Film produksi Hendry Tivo dan Joe Richard tersebut dijadwalkan mulai tayang di seluruh jaringan bioskop Indonesia pada 16 Juli 2026. (*/red)






