Pencegahan Penyebaran Budaya LGBTQ bakal Masuk Materi Pendidikan Agama

Penulis -

Senin, 6 Juli 2026 - 17:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Menteri Agama Romo Muhammad Syafi'i saat memimpin rapat bersama jajaran Eselon I dan II di Kantor Pusat Kemenag, Jakarta, Senin (6/7/2026). (Foto: Kemenag)

Wakil Menteri Agama Romo Muhammad Syafi'i saat memimpin rapat bersama jajaran Eselon I dan II di Kantor Pusat Kemenag, Jakarta, Senin (6/7/2026). (Foto: Kemenag)

Jakarta, Javanusa—Kementerian Agama (Kemenag) akan memasukkan materi edukasi pencegahan penyebaran budaya LGBTQ ke dalam pendidikan agama dan keagamaan.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi kelembagaan yang lebih terstruktur untuk memperkuat pendidikan nilai keagamaan, sekaligus menindaklanjuti ketentuan dalam Peraturan Presiden Nomor 111 Tahun 2025.

Kebijakan tersebut disampaikan Wakil Menteri Agama Romo Muhammad Syafi’i saat memimpin rapat bersama jajaran Eselon I dan II di Kantor Pusat Kementerian Agama, Jakarta, Senin (6/7/2026).

Menurut Wamenag, respons terhadap isu penyebaran budaya Lesbian, Gay, Bisexual, Transgender, and Queer (LGBTQ) tidak cukup berhenti pada pernyataan sikap.

Kemenag perlu membangun langkah yang terencana melalui pendidikan, pembinaan keagamaan, dan sosialisasi secara berkelanjutan.

“Bagaimana ini (pencegahan budaya LGBTQ) menjadi bagian dari kerja Kementerian Agama yang masuk ke dalam pelajaran anak-anak,” ujar Wamenag.

Ia menjelaskan, Peraturan Presiden Nomor 111 Tahun 2025 telah memasukkan penyebaran budaya LGBTQ sebagai salah satu ancaman nonmiliter terhadap pertahanan negara. Karena itu, Kemenag menilai perlu menghadirkan materi edukasi resmi di lingkungan pendidikan keagamaan.

Materi Akan Diterapkan di Madrasah hingga Perguruan Tinggi

Selanjutnya, Kementerian Agama akan menyiapkan bahan edukasi yang dapat diterapkan pada berbagai jenjang pendidikan agama dan keagamaan.

Materi tersebut direncanakan masuk ke madrasah, pesantren, serta perguruan tinggi keagamaan. Untuk mendukung pelaksanaannya, Kemenag segera membentuk tim khusus yang bertugas menyusun materi, membagi wilayah sosialisasi, hingga mengawal implementasi program di lapangan.

PTKN Didorong Menjadi Penguat Nilai Agama

Selain pendidikan dasar dan menengah, Kemenag juga meminta Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN) mengambil peran aktif.

Menurut Wamenag, kampus keagamaan perlu menjadi ruang penguatan nilai agama, semangat kebangsaan, dan moralitas sosial.

Baca Juga :  Pj Wako Padang Berbagi Pengalaman Penyelenggaraan Pemerintahan dengan Mahasiswa UNP

“Perlu ada gerakan PTKN anti penyebaran budaya LGBTQ,” tegasnya.

Penyuluh Agama dan Majelis Taklim Jadi Saluran Edukasi

Di luar jalur pendidikan formal, Kemenag juga memperluas upaya edukasi melalui kegiatan pembinaan keagamaan di masyarakat.

Wamenag mengatakan penyuluh agama, khutbah Jumat, pengajian di masjid dan musala, serta majelis taklim dapat dimanfaatkan sebagai media penyampaian edukasi kepada masyarakat. Pendekatan tersebut dinilai lebih mudah menjangkau warga secara langsung.

“Penyuluh agama, khutbah Jumat, pengajian di masjid dan musala, serta majelis taklim dapat digunakan sebagai saluran edukasi. Pendekatan ini dinilai lebih praktis dan dapat menjangkau masyarakat secara langsung,” tegas Wamenag.

Gandeng Kementerian dan Ormas Keagamaan

Sebagai bagian dari pelaksanaan program, Kementerian Agama juga akan memperkuat koordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait serta organisasi kemasyarakatan keagamaan.

Kolaborasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan efektivitas pelaksanaan edukasi pencegahan penyebaran budaya LGBTQ di berbagai lapisan masyarakat. (*/red)

Berita Terkait

Pemerintah Jamin Serapan Jagung Petani, Bulog Siap Beli Hasil Panen
Kemnaker Verifikasi Mitra MagangHub Batch 3 hingga 30 Oktober 2026, Ini Jadwal Seleksinya
Kemnaker Buka Pendaftaran MagangHub Batch 3, Cek Jadwalnya
Polri dan Kemkomdigi Perkuat Kerja Sama Berantas Kejahatan Siber
Pemerintah Pangkas Ekspor Gas 8 Persen, Bahlil Pastikan Tak Langgar Kontrak
Polri Kerahkan 200 Personel Brimob dan 10 Bareskrim Tangani Karhutla di Kalimantan
Hadapi Kekeringan dan Karhutla, Kemenag Ajak Umat Islam Salat Istisqa
Operasi Patuh 2026 Dimulai Hari Ini, Korlantas Polri Utamakan Edukasi dan Keselamatan

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 17:38 WIB

Satpol PP Padang Tertibkan Lapak PKL yang Gunakan Fasum di Jalan Khatib Sulaiman

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:07 WIB

Residivis Pencurian Ponsel Ditangkap  di Belakang Plaza Andalas

Rabu, 28 Oktober 2026 - 18:55 WIB

Pencuri Komponen Pendeteksi Banjir di Padang Ditangkap, 2 Kabur

Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:07 WIB

Polda Sumbar Ungkap Dugaan Judi Togel Online di Padang, Uang Rp4,15 Juta Disita

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:13 WIB

Modus Penimbunan BBM Subsidi di Sumbar, Pelaku Gunakan Kantong Plastik dan Kotak Ikan

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:03 WIB

Polda Sumbar Ungkap 24 Kasus Penyalahgunaan BBM Subsidi, 25 Tersangka Diamankan

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:30 WIB

BPBD Padang Evakuasi Pohon Karet Tumbang di Kalumbuk, Jalan Kembali Normal

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:21 WIB

Hilang Kendali, Dua Mobil Terperosok ke Sawah di Jalan Solok-Padang

Berita Terbaru

Sumsel United siap menghadapi Semen Padang di Pegadaian Championship 2026/2027. (Foto: ileague.id)

Liga 2

Tanpa Tegar, Sumsel United Siap Tempur Lawan Semen Padang

Kamis, 29 Okt 2026 - 18:26 WIB