480 SPPG Diaktifkan Serentak di 16 Provinsi, BGN Perluas Program MBG ke Wilayah 3T

Penulis -

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 18:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala BGN Sudaryono meresmikan SPPG Wilayah 3T dan Prevalensi Stunting Tinggi di 16 Provinsi Indonesia Timur. (Foto: Biro Hukum dan Humas BGN)

Kepala BGN Sudaryono meresmikan SPPG Wilayah 3T dan Prevalensi Stunting Tinggi di 16 Provinsi Indonesia Timur. (Foto: Biro Hukum dan Humas BGN)

Takalar, Javanusa—Badan Gizi Nasional (BGN) mengaktifkan 480 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) secara serentak di 16 provinsi, Jumat (2/10).

Langkah ini menyasar wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) serta daerah dengan prevalensi stunting tinggi.

Kepala BGN Sudaryono atau Mas Dar mengatakan, aktivasi tersebut menjadi bagian dari percepatan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). BGN masih menemukan banyak dapur yang telah siap beroperasi di daerah yang membutuhkan layanan tersebut.

BGN Sudah Operasikan 27.022 Dapur SPPG

Menurut Mas Dar, jumlah dapur SPPG yang telah berjalan kini mencapai 27.022 unit di seluruh Indonesia.

Namun, jumlah tersebut masih akan bertambah. BGN mencatat sejumlah dapur telah siap beroperasi dan berada di wilayah yang membutuhkan pelaksanaan MBG.

“Kurang lebih dua bulan saya menjabat sebagai Kepala Badan Gizi Nasional. Saat ini sudah berjalan 27.022 dapur yang beroperasi di seluruh Indonesia. Ternyata masih banyak dapur-dapur yang siap beroperasi, dan dapur-dapur yang siap beroperasi itu berada di wilayah-wilayah yang memang dibutuhkan MBG-nya untuk segera berjalan,” ujar Mas Dar saat Peresmian SPPG Wilayah 3T dan Prevalensi Stunting Tinggi di 16 Provinsi Indonesia Timur.

Ia menegaskan, pengaktifan 480 SPPG bukan menjadi tahap terakhir dalam perluasan layanan MBG. BGN akan melanjutkan aktivasi dapur secara bertahap berdasarkan kebutuhan masyarakat dan kesiapan masing-masing wilayah.

Perluasan MBG Berlanjut ke Berbagai Daerah

Mas Dar menyebut BGN menyiapkan pembukaan SPPG di sejumlah wilayah lain. Kalimantan, Bali, Sumatra, serta daerah dengan prevalensi stunting tinggi menjadi bagian dari sasaran berikutnya.

“Apakah akan ini saja? Enggak. Setelah ini kami harapkan minggu depan kami buka di Kalimantan, kami buka di Bali, kami buka di Sumatra, kami buka di tempat-tempat yang memang stunting-nya tinggi dan 3T, dan di tempat-tempat di mana walaupun itu tempatnya barangkali bukan di pelosok paling pelosok, tapi anak-anaknya membutuhkan MBG,” katanya.

Baca Juga :  Target Ekspor 100 Kontainer ke Italia, PT ALKO Sumatra Kopi Teken Kontrak Baru di Roma

Dengan kebijakan tersebut, BGN tidak hanya memprioritaskan wilayah yang secara geografis berada di kawasan terpencil. Kebutuhan anak terhadap layanan MBG juga menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan lokasi aktivasi SPPG.

Banyak Aspirasi Masuk soal Program MBG

Perluasan SPPG juga merespons berbagai aspirasi yang diterima BGN. Masukan tersebut datang dari mitra, pengelola SPPG, kader dapur, hingga sekolah.

BGN menerima berbagai aduan dan permintaan agar program MBG hadir di lebih banyak daerah.

“Kami telah menerima banyak aduan, banyak masukan, banyak email, banyak surat dari macam-macam, termasuk masukan dari sekolah-sekolah. Jadi banyak sekali yang memang masih ingin adanya MBG di daerahnya,” ujar Mas Dar.

Karena itu, BGN akan menggunakan masukan tersebut sebagai salah satu bahan dalam memperluas layanan. Proses aktivasi tetap mempertimbangkan kesiapan dapur serta kebutuhan masyarakat di setiap wilayah.

Aktivasi 480 SPPG Jadi Awal Perluasan

Mas Dar menyebut aktivasi 480 SPPG kali ini sebagai langkah awal untuk mengoperasikan dapur yang telah memenuhi persyaratan kesiapan.

“Ini adalah awalan kita membuka, mengaktivasi dapur-dapur yang sudah siap,” katanya.

Ia juga menjelaskan bahwa langkah tersebut menandai kelanjutan aktivasi dapur yang sebelumnya terkena moratorium.

“Kalau kemarin ada katakanlah ada moratorium, maka dengan dibukanya ini maka moratorium itu kemudian artinya sudah ditiadakan moratoriumnya,” ujarnya.

Dengan berlanjutnya aktivasi, BGN membuka ruang bagi dapur-dapur yang siap untuk mendukung perluasan cakupan program MBG. Pemerintah selanjutnya akan mengatur pembukaan SPPG berdasarkan kesiapan dan kebutuhan di masing-masing daerah. (*)

Berita Terkait

BGN Wajibkan 21.527 SPPG Perbarui SPK, Perketat Pengawasan Program MBG
Promotor Pastikan Visa Andrea Bocelli Terbit, Berbeda dengan Pernyataan Dirjen Imigrasi
BGN Catat Efisiensi Rp44 Triliun, Program MBG Masuki Transformasi 2.0
Pemerintah Jamin Serapan Jagung Petani, Bulog Siap Beli Hasil Panen
Kemnaker Verifikasi Mitra MagangHub Batch 3 hingga 30 Oktober 2026, Ini Jadwal Seleksinya
Kemnaker Buka Pendaftaran MagangHub Batch 3, Cek Jadwalnya
Polri dan Kemkomdigi Perkuat Kerja Sama Berantas Kejahatan Siber
Pemerintah Pangkas Ekspor Gas 8 Persen, Bahlil Pastikan Tak Langgar Kontrak

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 16:55 WIB

Pembangunan Drainase Padang Tembus 10 Km, Lampaui Target 4 Km

Kamis, 29 Oktober 2026 - 16:25 WIB

Muswil VII APTISI Sumbar Digelar 31 Oktober, Universitas Fort De Kock Jadi Tuan Rumah

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:52 WIB

Lantik 33 Pejabat Pemprov Sumbar, Arry Yuswandi Tekankan Kompetensi dan Etika Birokrasi

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:09 WIB

DPC GMNI Padang Gelar Refleksi 98 Tahun Sumpah Pemuda: Soroti Skandal Ijazah Gibran

Kamis, 29 Oktober 2026 - 00:33 WIB

Atasi Kendala Peradilan, Fadly Amran Dorong PKS dengan Pengadilan Agama Padang

Rabu, 28 Oktober 2026 - 23:52 WIB

Fadly Amran Dorong Penguatan Pendidikan Diniyah Lewat Program Smart Surau

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:02 WIB

Mahyeldi Ajak Pemuda Sumbar Jaga Persatuan dan Waspadai Bahaya Narkoba

Rabu, 28 Oktober 2026 - 18:12 WIB

Fadly Amran Tutup Diksarmil Menwa Pagaruyung Sumbar Angkatan ke-49, Tekankan Wawasan Kebangsaan dan Kesiapsiagaan Bencana

Berita Terbaru