484 Mahasiswa Timur Tengah Ikuti Tes CAT Daring Seleksi Petugas Haji Arab Saudi 2027

Penulis -

Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sebanyak 484 mahasiswa Indonesia yang menempuh pendidikan di kawasan Timur Tengah mengikuti tes CAT daring untuk seleksi Tenaga Pendukung PPIH Arab Saudi 1448 H/2027 M. (Foto: Kemenhaj)

Sebanyak 484 mahasiswa Indonesia yang menempuh pendidikan di kawasan Timur Tengah mengikuti tes CAT daring untuk seleksi Tenaga Pendukung PPIH Arab Saudi 1448 H/2027 M. (Foto: Kemenhaj)

Jakarta, Javanusa—Sebanyak 484 mahasiswa Indonesia yang menempuh pendidikan di kawasan Timur Tengah mengikuti tes Computer Assisted Test (CAT) daring untuk seleksi Tenaga Pendukung Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 1448 H/2027 M, Kamis (15/10/2026).

Seleksi ini menjadi bagian dari persiapan pemerintah untuk merekrut tenaga pendukung yang kompeten dalam melayani jemaah haji Indonesia.

Direktur Bina Petugas Haji, Rizka Anungnata, menjelaskan panitia menerima 539 pendaftar dalam proses rekrutmen tersebut. Namun, hanya 484 orang yang memenuhi persyaratan administrasi dan berhak mengikuti tes CAT.

“Dari total 539 pendaftar yang masuk ke sistem kami, sebanyak 484 orang dinyatakan lolos verifikasi dan berhak mengikuti ujian CAT hari ini, setelah melalui penyaringan dari pendaftar yang belum membuat akun maupun yang belum melengkapi persyaratan,” jelas Rizka di Jakarta, Kamis (15/10/2026).

Data sistem pendaftaran mencatat 33 orang belum membuat akun, sedangkan 22 pendaftar belum melengkapi dokumen persyaratan. Sementara itu, 484 peserta lainnya memenuhi ketentuan administrasi untuk melanjutkan ke tahap ujian.

Penggunaan sistem CAT daring menjadi upaya panitia untuk menjaga objektivitas dan transparansi dalam proses seleksi. Mekanisme digital ini juga mendukung proses penjaringan tenaga pendukung secara lebih efisien.

Mahasiswa Timur Tengah Dinilai Memiliki Keunggulan

Rizka menilai mahasiswa Indonesia yang belajar di Timur Tengah memiliki potensi besar untuk mendukung penyelenggaraan ibadah haji. Mereka memiliki kemampuan bahasa Arab, memahami karakteristik masyarakat setempat, serta mempunyai semangat pengabdian kepada jemaah Indonesia.

“Mahasiswa kita di Timur Tengah memiliki keunggulan komparatif yang luar biasa, mulai dari penguasaan bahasa Arab yang fasih, pemahaman mendalam tentang karakteristik lokal Arab Saudi, hingga semangat pengabdian yang tinggi untuk melayani jemaah haji Indonesia. Melalui sistem CAT daring ini, kami ingin memastikan proses rekrutmen berjalan secara objektif, transparan, and akuntabel sehingga kita benar-benar mendapatkan petugas yang handal di lapangan,” ujar Rizka.

Baca Juga :  Hari ke-8 Haji 2026: 40.796 Jemaah Diberangkatkan, Layanan Kesehatan di Madinah Diperketat

Menurutnya, kombinasi kemampuan bahasa, pemahaman lingkungan setempat, dan komitmen pelayanan menjadi modal penting bagi tenaga pendukung PPIH. Karena itu, proses seleksi diharapkan mampu menjaring kandidat yang siap menjalankan tugas secara profesional.

Yaman Menjadi Penyumbang Pendaftar Terbanyak

Minat mahasiswa Indonesia untuk mengikuti seleksi ini berasal dari sejumlah negara di Timur Tengah. Yaman mencatat jumlah pendaftar terbanyak, yakni 260 orang.

Mesir menempati posisi berikutnya dengan 93 pendaftar. Uni Emirat Arab menyusul dengan 36 orang, Libya 28 orang, dan Maroko 18 orang.

Selain itu, panitia mencatat 17 pendaftar dari Tunisia dan 14 orang dari Yordania. Suriah menyumbang 11 pendaftar, sedangkan Lebanon mencatat tujuh orang.

Sebaran tersebut menunjukkan keterlibatan mahasiswa Indonesia dari berbagai negara dalam proses perekrutan tenaga pendukung haji. Partisipasi mereka diharapkan memperkuat kesiapan pelayanan bagi jemaah Indonesia di Arab Saudi.

Persiapan Pelayanan Haji 2027

Tahapan CAT menjadi bagian penting dalam menyeleksi calon tenaga pendukung PPIH Arab Saudi untuk musim haji 1448 H/2027 M. Para peserta diharapkan menunjukkan kemampuan terbaik agar dapat memenuhi kebutuhan petugas yang kompeten.

Melalui proses seleksi ini, panitia menargetkan tenaga pendukung yang sigap, profesional, dan berdedikasi. Mereka diharapkan dapat membantu meningkatkan kualitas pelayanan bagi jemaah haji Indonesia selama berada di Tanah Suci. (*)

Berita Terkait

Menhaj Minta Dana Haji Rp184 Triliun Dikelola Lebih Produktif, Ini Alasannya
Situasi Timur Tengah Memanas, Kemenhaj Imbau WNI di Arab Saudi Waspada
Jadi Narasumber Manasik Haji, Maigus Nasir Ingatkan Jemaah Jaga Akhlak dan Adab
BPIH 2027 Disepakati Rp98,46 Juta, Jemaah Haji Cukup Lunasi Rp23,04 Juta
Lindungi Dana Jemaah Umrah, Kemenhaj dan OJK Kaji Rekening Penampungan
Kemenhaj dan Kemendagri Padankan Data Jemaah Haji, Nomor Antrean Tetap Aman
Travel Umrah Diperingatkan Tak Promosikan Haji Khusus Tanpa Izin PIHK
368 ASN Lulus Seleksi Mutasi Karier Batch II, Mulai Bergabung 1 November 2026

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 22:32 WIB

Kualitas Udara Padang Berbahaya, Ini Imbauan BPBD Padang untuk Lindungi Kesehatan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:28 WIB

Gubernur Mahyeldi dan Kapolda Sumbar Perkuat Sinergi Jaga Keamanan Masyarakat

Jumat, 16 Oktober 2026 - 13:11 WIB

Peralatan EWS Banjir yang Hilang Kembali Dipasang, CV Anugerah Nuansa Abadi Lanjutkan Proses Hukum

Jumat, 16 Oktober 2026 - 10:18 WIB

Satgas PRR dan Hutama Karya Salurkan Sembako untuk 250 KK Korban Banjir Padang

Jumat, 16 Oktober 2026 - 09:13 WIB

Mahyeldi Buka MTQ ke-42 Sijunjung, Tekankan Pengamalan Al-Qur’an dalam Kehidupan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 19:07 WIB

BKPSDM Padang Dorong ASN Tingkatkan Kompetensi melalui Pembelajaran Mandiri

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:56 WIB

Kembangkan Sektor Perikanan, Pemko Padang Bidik Dana APBN 2027

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:19 WIB

Waspada! Kualitas Udara Padang Berbahaya, ISPU Tembus Angka 309

Berita Terbaru