5 Kategori Indeks Kualitas Udara, Ini Rentang Nilai dan Penjelasannya

Penulis -

Kamis, 14 September 2023 - 16:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kabup asap menyelimuti Kota Padang. (Diskominfo Padang)

Kabup asap menyelimuti Kota Padang. (Diskominfo Padang)

Padang, Javanusa—Pemerintah Indonesia menggunakan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) untuk mengukur kualitas udara di berbagai wilayah. ISPU memiliki lima kategori, yaitu baik, sedang, tidak sehat, sangat tidak sehat, dan berbahaya.

Kategori baik menunjukkan kualitas udara yang sangat baik dan tidak memberikan efek negatif terhadap manusia, hewan, dan tumbuhan.

Kategori sedang menunjukkan kualitas udara yang masih dapat diterima pada kesehatan manusia, hewan, dan tumbuhan.

Kategori tidak sehat menunjukkan kualitas udara yang bersifat merugikan pada manusia, hewan, dan tumbuhan.

Kategori sangat tidak sehat menunjukkan kualitas udara yang dapat meningkatkan risiko kesehatan pada sejumlah segmen populasi yang terpapar. Kategori berbahaya menunjukkan kualitas udara yang dapat merugikan kesehatan serius pada populasi dan perlu penanganan cepat.

Pemantauan kualitas udara secara berkala sangat penting untuk mengetahui kondisi udara di suatu wilayah. Informasi ini dapat digunakan untuk mengambil langkah-langkah pengendalian pencemaran udara yang tepat.

Kategori Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU)

Tentang ISPU telah diatur melalui Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 14 Tahun 2020 tentang Indeks Standar Pencemar Udara. Oleh KLHK, kategori ISPU dibagi menjadi lima kategori sesuai rentang nilainya.

Pada tahun 2020, KLHK telah mengeluarkan Permen LHK No. 14 tahun 2020 tentang ISPU yang merupakan pengganti dari Keputusan Menteri Lingkungan Hidup No. 45 tahun 1997 tentang Perhitungan dan Pelaporan serta Informasi ISPU.

Dalam peraturan tentang kualitas udara terbaru itu, tercantum bahwa perhitungan ISPU dilakukan pada 7 parameter, yakni PM10, PM2.5, NO2, SO2, CO, O3, dan HC. Terdapat penambahan 2 parameter, yakni HC dan PM2.5. Penambahan parameter ini didasari pada besarnya resiko HC dan PM2.5 terhadap kesehatan manusia.

Baca Juga :  Diplomasi hingga Swasembada Pangan, Pesan Pembangunan Hadir di Karnaval Bersatu

Selain penambahan parameter, terdapat peningkatan frekuensi penyampaian informasi ISPU kepada publik. Perhitungan ISPU dilakukan berdasarkan nilai ISPU batas atas, ISPU batas bawah, ambien batas atas, ambien batas bawah, dan konsentrasi ambien hasil pengukuran.

Berikut 5 kategori ISPU beserta rentang nilai dan penjelasannya:

1. Kategori Baik (1-50)

Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) dengan kategori Baik memiliki rentang nilai 1 sampai 50. Kategori Baik dengan rentang 1-50 artinya tingkat mutu udara yang sangat baik. Tidak memberikan efek negatif terhadap manusia, hewan, dan tumbuhan.

2. Kategori Sedang (51-100)

Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) dengan kategori Sedang memiliki rentang nilai 51 sampai 100. Kategori Sedang dengan rentang 51-100 artinya tingkat mutu udara masih dapat diterima pada kesehatan manusia, hewan, dan tumbuhan.

3. Kategori Tidak Sehat (101-200)

Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) dengan kategori Tidak Sehat memiliki rentang nilai 1 sampai 50. Kategori Baik dengan rentang 101-200 artinya tingkat mutu udara yang bersifat merugikan pada manusia, hewan, dan tumbuhan.

4. Kategori Sangat Tidak Sehat (201-300)

Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) dengan kategori Sangat Tidak Sehat memiliki rentang nilai 201 sampai 300. Kategori Baik dengan rentang 201-300 artinya tingkat mutu udara yang dapat meningkatkan risiko kesehatan pada sejumlah segmen populasi yang terpapar.

5. Kategori Berbahaya (>300)

Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) dengan kategori Berbahaya memiliki rentang nilai lebih dari 300. Kategori Baik dengan rentang >300 artinya tingkat mutu udara yang dapat merugikan kesehatan serius pada populasi dan perlu penanganan cepat.

Dengan memahami kategori ISPU, masyarakat dapat lebih bijak dalam menjaga kesehatannya. Masyarakat diimbau untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan saat kualitas udara buruk. (*/jn01)

Baca Juga :  Mengenang Seabad Gempa Dahsyat Padang Panjang 1926, Yose Hendra Luncurkan Buku Gempa Tujuh Hari

Sumber Berita : detik.com

Berita Terkait

BGN Catat Efisiensi Rp44 Triliun, Program MBG Masuki Transformasi 2.0
Pemerintah Jamin Serapan Jagung Petani, Bulog Siap Beli Hasil Panen
Kemnaker Verifikasi Mitra MagangHub Batch 3 hingga 30 Oktober 2026, Ini Jadwal Seleksinya
Kemnaker Buka Pendaftaran MagangHub Batch 3, Cek Jadwalnya
Polri dan Kemkomdigi Perkuat Kerja Sama Berantas Kejahatan Siber
Pemerintah Pangkas Ekspor Gas 8 Persen, Bahlil Pastikan Tak Langgar Kontrak
Polri Kerahkan 200 Personel Brimob dan 10 Bareskrim Tangani Karhutla di Kalimantan
Hadapi Kekeringan dan Karhutla, Kemenag Ajak Umat Islam Salat Istisqa

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:26 WIB

Tanpa Tegar, Sumsel United Siap Tempur Lawan Semen Padang

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:24 WIB

Stadion Haji Agus Salim Padang Punya Kapasitas 12.067 Penonton, Ini Fasilitasnya

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:42 WIB

Genoa Bungkam Juventus 2-0, Bianconeri Tertahan di Peringkat 8

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:29 WIB

Hasil Carabao Cup: Manchester City Singkirkan Brighton Lewat Adu Penalti 4-3

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:20 WIB

Tanpa Harry Kane, Bayern Munich Bantai Magdeburg 6-1 di DFB Pokal

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:10 WIB

Liverpool Singkirkan Chelsea Lewat Adu Penalti, Lolos ke Perempat Final Carabao Cup

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:04 WIB

Fortuna Sittard Singkirkan Sparta Rotterdam, Justin Hubner Cs Lolos ke Babak Kedua Piala KNVB

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:55 WIB

AC Milan Dibantai Bologna 2-4 di San Siro, Samuel Mbangula Cetak Hattrick

Berita Terbaru

Sumsel United siap menghadapi Semen Padang di Pegadaian Championship 2026/2027. (Foto: ileague.id)

Liga 2

Tanpa Tegar, Sumsel United Siap Tempur Lawan Semen Padang

Kamis, 29 Okt 2026 - 18:26 WIB