Padang, Javanusa—Pengendara sepeda motor perlu mewaspadai blind spot atau titik buta kendaraan lain untuk menghindari risiko kecelakaan di jalan raya.
Area ini membuat pengemudi sulit melihat keberadaan kendaraan di sekitarnya, terutama ketika hendak berpindah jalur atau berbelok.
Instruktur Safety Riding PT Hayati Pratama Mandiri, Benarivo De Frize, membagikan sejumlah tips berkendara aman saat menghadapi titik buta kendaraan lain.
Ia mengingatkan pengendara agar memahami posisi kendaraan, menjaga jarak, dan memastikan kondisi lalu lintas aman sebelum melakukan manuver.
Kenali Blind Spot Kendaraan Besar
Blind spot merupakan area di sekitar kendaraan yang tidak terlihat langsung oleh pengemudi melalui kaca spion. Risiko ini perlu mendapat perhatian lebih ketika pengendara motor berada di dekat mobil, bus, atau truk.
Semakin besar ukuran kendaraan, semakin luas pula area yang berpotensi tidak terpantau pengemudinya. Karena itu, pengendara motor tidak boleh berasumsi bahwa pengemudi lain selalu menyadari keberadaan mereka.
Benarivo menyarankan pengendara untuk mengenali posisi titik buta dan menghindari area tersebut. Kesadaran ini membantu pengendara mengambil keputusan yang tepat ketika menghadapi kendaraan lain di jalan.
Lima Cara Menghindari Blind Spot Saat Berkendara
1. Hindari Berada Terlalu Lama di Samping Kendaraan
Pengendara sebaiknya tidak mempertahankan posisi sejajar dengan kendaraan lain, terutama bus dan truk. Segera cari posisi yang lebih aman dengan menyesuaikan kecepatan secara terkendali.
Langkah ini membantu pengendara keluar dari area yang sulit terpantau oleh pengemudi kendaraan besar.
2. Pertahankan Jarak Aman
Jarak yang cukup dengan kendaraan di depan maupun di samping memberi pengendara ruang untuk bereaksi. Ruang tersebut penting ketika kendaraan lain tiba-tiba berpindah jalur, berbelok, atau melakukan manuver mendadak.
Pengendara juga perlu menyesuaikan jarak dengan kecepatan dan kondisi lalu lintas.
3. Pastikan Keberadaan Motor Terlihat
Pengendara perlu mengupayakan posisi yang memungkinkan pengemudi kendaraan lain melihat keberadaan sepeda motor. Salah satu caranya dengan memperhatikan apakah pengendara motor terlihat melalui kaca spion kendaraan tersebut.
Meski demikian, kondisi itu bukan jaminan keselamatan. Pengendara tetap perlu menjaga jarak dan mengantisipasi pergerakan kendaraan lain.
4. Periksa Kondisi Sekitar Sebelum Berpindah Jalur
Sebelum berpindah jalur, nyalakan lampu sein sebagai tanda kepada pengguna jalan lain. Periksa kaca spion dan pastikan area di sekitar motor tidak ditempati kendaraan yang luput dari pengamatan.
Pengendara juga perlu memeriksa area yang tidak tercakup kaca spion sebelum melakukan manuver. Pastikan jalur tujuan aman dan tersedia ruang yang cukup.
5. Sesuaikan Kecepatan dengan Situasi Lalu Lintas
Kecepatan yang terkendali membantu pengendara merespons potensi bahaya dengan lebih baik. Jika motor berada terlalu dekat dengan kendaraan besar, pengendara perlu mengatur kecepatan secara aman untuk mencari posisi yang lebih terlindungi.
Hindari memaksakan diri melewati celah sempit atau menyalip ketika ruang gerak tidak memadai.
Keselamatan Dimulai dari Antisipasi
Benarivo menegaskan bahwa keselamatan berkendara tidak hanya bergantung pada kemampuan mengendalikan sepeda motor. Pengendara juga perlu membaca situasi lalu lintas, mengenali potensi bahaya, dan mempertimbangkan risiko sebelum mengambil keputusan.
“Dengan memahami area blind spot dan menerapkan teknik berkendara yang aman, pengendara sepeda motor dapat membantu mengurangi risiko kecelakaan serta menciptakan kondisi lalu lintas yang lebih aman bagi seluruh pengguna jalan dan selalu cari aman saat naik motor,” tutup Benarivo. (*)






