5 Tips Menghindari Blind Spot saat Berkendara Motor, Pengendara Wajib Tahu

Penulis -

Kamis, 15 Oktober 2026 - 19:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tips menghindari blind spot saat berkendara motor. (Foto: PT Hayati Pratama Mandiri)

Tips menghindari blind spot saat berkendara motor. (Foto: PT Hayati Pratama Mandiri)

Padang, Javanusa—Pengendara sepeda motor perlu mewaspadai blind spot atau titik buta kendaraan lain untuk menghindari risiko kecelakaan di jalan raya.

Area ini membuat pengemudi sulit melihat keberadaan kendaraan di sekitarnya, terutama ketika hendak berpindah jalur atau berbelok.

Instruktur Safety Riding PT Hayati Pratama Mandiri, Benarivo De Frize, membagikan sejumlah tips berkendara aman saat menghadapi titik buta kendaraan lain.

Ia mengingatkan pengendara agar memahami posisi kendaraan, menjaga jarak, dan memastikan kondisi lalu lintas aman sebelum melakukan manuver.

Kenali Blind Spot Kendaraan Besar

Blind spot merupakan area di sekitar kendaraan yang tidak terlihat langsung oleh pengemudi melalui kaca spion. Risiko ini perlu mendapat perhatian lebih ketika pengendara motor berada di dekat mobil, bus, atau truk.

Semakin besar ukuran kendaraan, semakin luas pula area yang berpotensi tidak terpantau pengemudinya. Karena itu, pengendara motor tidak boleh berasumsi bahwa pengemudi lain selalu menyadari keberadaan mereka.

Benarivo menyarankan pengendara untuk mengenali posisi titik buta dan menghindari area tersebut. Kesadaran ini membantu pengendara mengambil keputusan yang tepat ketika menghadapi kendaraan lain di jalan.

Lima Cara Menghindari Blind Spot Saat Berkendara
1. Hindari Berada Terlalu Lama di Samping Kendaraan

Pengendara sebaiknya tidak mempertahankan posisi sejajar dengan kendaraan lain, terutama bus dan truk. Segera cari posisi yang lebih aman dengan menyesuaikan kecepatan secara terkendali.

Langkah ini membantu pengendara keluar dari area yang sulit terpantau oleh pengemudi kendaraan besar.

2. Pertahankan Jarak Aman

Jarak yang cukup dengan kendaraan di depan maupun di samping memberi pengendara ruang untuk bereaksi. Ruang tersebut penting ketika kendaraan lain tiba-tiba berpindah jalur, berbelok, atau melakukan manuver mendadak.

Baca Juga :  Presiden Prabowo Apresiasi Satgas PKH, Tegaskan Peran Strategis Selamatkan Aset Negara

Pengendara juga perlu menyesuaikan jarak dengan kecepatan dan kondisi lalu lintas.

3. Pastikan Keberadaan Motor Terlihat

Pengendara perlu mengupayakan posisi yang memungkinkan pengemudi kendaraan lain melihat keberadaan sepeda motor. Salah satu caranya dengan memperhatikan apakah pengendara motor terlihat melalui kaca spion kendaraan tersebut.

Meski demikian, kondisi itu bukan jaminan keselamatan. Pengendara tetap perlu menjaga jarak dan mengantisipasi pergerakan kendaraan lain.

4. Periksa Kondisi Sekitar Sebelum Berpindah Jalur

Sebelum berpindah jalur, nyalakan lampu sein sebagai tanda kepada pengguna jalan lain. Periksa kaca spion dan pastikan area di sekitar motor tidak ditempati kendaraan yang luput dari pengamatan.

Pengendara juga perlu memeriksa area yang tidak tercakup kaca spion sebelum melakukan manuver. Pastikan jalur tujuan aman dan tersedia ruang yang cukup.

5. Sesuaikan Kecepatan dengan Situasi Lalu Lintas

Kecepatan yang terkendali membantu pengendara merespons potensi bahaya dengan lebih baik. Jika motor berada terlalu dekat dengan kendaraan besar, pengendara perlu mengatur kecepatan secara aman untuk mencari posisi yang lebih terlindungi.

Hindari memaksakan diri melewati celah sempit atau menyalip ketika ruang gerak tidak memadai.

Keselamatan Dimulai dari Antisipasi

Benarivo menegaskan bahwa keselamatan berkendara tidak hanya bergantung pada kemampuan mengendalikan sepeda motor. Pengendara juga perlu membaca situasi lalu lintas, mengenali potensi bahaya, dan mempertimbangkan risiko sebelum mengambil keputusan.

“Dengan memahami area blind spot dan menerapkan teknik berkendara yang aman, pengendara sepeda motor dapat membantu mengurangi risiko kecelakaan serta menciptakan kondisi lalu lintas yang lebih aman bagi seluruh pengguna jalan dan selalu cari aman saat naik motor,” tutup Benarivo. (*)

Berita Terkait

Siti Nurbaya Food Raih Terbaik II IHYA 2026, UMK Binaan KAI Sumbar Tembus Nasional
Beli Honda Supra GTR150 di Sumbar, Ada Potongan Harga hingga Rp1,11 Juta
DPRD Padang Kawal Hasil Uji BBM dan Penyelesaian 1.799 Aduan Konsumen
Pasar Murah di Nanggalo Padang Diserbu Warga, Harga Cabai Lebih Terjangkau
Jelang Wajib Halal 18 Oktober 2026, MUI Imbau Konsumen Hindari Produk Tanpa Label Halal
Yamaha Grand Filano Classy Artsy Challenge 2026, 50 Karya Ilustrasi Terbaik Dipamerkan di 3 Kota
Porprov Sumbar 2026 Dongkrak Omzet UMKM Padang, 32 Pelaku Usaha Difasilitasi
Pulihkan Usaha Pembudidaya di Solok, Pemprov Sumbar Salurkan 52 Ribu Bibit Ikan

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 22:05 WIB

PSMS Medan Bidik Poin Lawan Semen Padang FC, Eko Purdjianto Waspadai Kebangkitan Kabau Sirah

Jumat, 16 Oktober 2026 - 18:05 WIB

Semen Padang FC vs PSMS Medan: Kabau Sirah Wajib Bangkit Usai 2 Kekalahan Beruntun

Jumat, 16 Oktober 2026 - 09:35 WIB

Juventus Comeback Dramatis, Taklukkan Celta Vigo 2-1 di Injury Time

Jumat, 16 Oktober 2026 - 09:27 WIB

AC Milan Bantai RB Salzburg 4-0, Alphadjo Cisse Cetak Hat-trick

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:08 WIB

Operasi Tangan Fermin Aldeguer Berhasil, Tampil di MotoGP Australia Masih Diragukan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Jelang Duel Kontra Semen Padang FC, Tiga Kartu Merah Hantui PSMS Medan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 10:06 WIB

Napoli Kalah 1-3 dari Villarreal, Allegri dan Kevin De Bruyne Terlibat Adu Argumen

Kamis, 15 Oktober 2026 - 09:50 WIB

Gol Fredrik Sjøvold Bawa Bodo/Glimt Kalahkan Dortmund 1-0

Berita Terbaru