Pessel, Javanusa—Kebutuhan fasilitas sekolah, peningkatan kualitas pembelajaran, hingga penguatan pendidikan inklusif menjadi perhatian dalam pertemuan Ketua DPRD Sumatera Barat, Muhidi, bersama para kepala SMA, SMK, dan SLB di Kabupaten Pesisir Selatan.
Pertemuan tersebut berlangsung dalam rangkaian kunjungan kerja Muhidi ke Pesisir Selatan, Rabu (4/11/2026).
Agenda ini menjadi kesempatan bagi para kepala sekolah untuk menyampaikan berbagai persoalan pendidikan secara langsung kepada pimpinan legislatif Sumbar.
Dalam pertemuan itu, Muhidi mengajak insan pendidikan membangun komunikasi yang lebih intensif. Ia menilai masukan dari kepala sekolah penting untuk memahami kebutuhan nyata setiap satuan pendidikan.
Pasalnya, setiap jenjang pendidikan menghadapi tantangan yang berbeda. Sekolah membutuhkan dukungan sesuai karakteristik, kondisi, dan kebutuhan peserta didiknya.
Karena itu, aspirasi para kepala sekolah dapat menjadi bahan pertimbangan dalam mendorong kebijakan pembangunan pendidikan yang lebih tepat sasaran.
Selain persoalan sarana dan prasarana, peningkatan mutu tenaga pendidik serta kualitas proses belajar juga membutuhkan perhatian berkelanjutan.
Pendidikan Kejuruan Perlu Dukungan Kompetensi dan Fasilitas
Perhatian khusus juga tertuju pada pengembangan pendidikan menengah kejuruan. SMK memiliki tanggung jawab menyiapkan lulusan yang mampu bersaing dan memenuhi kebutuhan dunia kerja.
Untuk mencapai tujuan tersebut, sekolah memerlukan fasilitas praktik yang memadai. Pembelajaran juga perlu mengikuti perkembangan teknologi dan kebutuhan industri.
Dengan demikian, lulusan SMK tidak hanya mengantongi ijazah. Mereka juga harus memiliki keterampilan dan kompetensi yang sesuai dengan bidang keahliannya.
SLB dan Pendidikan Inklusif Perlu Perhatian Bersama
Sementara itu, penguatan pendidikan bagi peserta didik berkebutuhan khusus juga menjadi bagian penting dalam pembangunan sumber daya manusia.
Sekolah Luar Biasa (SLB) membutuhkan dukungan fasilitas serta layanan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing peserta didik.
Setiap anak berhak memperoleh kesempatan pendidikan yang layak. Lingkungan pendidikan juga harus mendukung perkembangan potensi dan kemampuan mereka tanpa terkecuali.
Oleh sebab itu, pembangunan pendidikan tidak boleh hanya berorientasi pada angka kelulusan. Pemerataan akses dan kualitas layanan harus berjalan beriringan.
Aspirasi Sekolah Jadi Bahan Perjuangan DPRD Sumbar
Melalui pertemuan tersebut, Muhidi mendorong penguatan sinergi antara DPRD Sumatera Barat dan para pengelola satuan pendidikan di Pesisir Selatan.
Komunikasi langsung seperti ini penting untuk menjembatani kebutuhan sekolah dengan arah kebijakan pemerintah daerah. Berbagai masukan dari kepala sekolah diharapkan menjadi bahan perhatian dalam memperjuangkan peningkatan kualitas pendidikan.
Pada akhirnya, kemajuan Pesisir Selatan tidak hanya bergantung pada pembangunan fisik. Kualitas sumber daya manusia juga menentukan keberhasilan pembangunan daerah dalam jangka panjang.
Kolaborasi antara pemerintah, legislatif, dan insan pendidikan menjadi modal penting untuk menyiapkan generasi muda yang cerdas, terampil, berdaya saing, inklusif, serta berakhlak mulia. (*)






