567 SPPG di Sumatera Sempat Dihentikan, 450 Kembali Beroperasi per Maret 2026

Penulis -

Kamis, 19 Maret 2026 - 19:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Pemantauan dan Pengawasan Wilayah I BGN, Harjito. (Foto BGN)

Direktur Pemantauan dan Pengawasan Wilayah I BGN, Harjito. (Foto BGN)

Jakarta, Javanusa—Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan sementara operasional 567 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Wilayah I (Sumatera) hingga Maret 2026 karena tidak memenuhi standar layanan.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 450 SPPG telah kembali beroperasi setelah menjalani perbaikan dan dinyatakan memenuhi ketentuan. Sementara 117 SPPG lainnya masih dalam proses evaluasi lanjutan.

Direktur Pemantauan dan Pengawasan Wilayah I BGN, Harjito, menyebut penghentian operasional dilakukan berdasarkan hasil pemantauan dan evaluasi yang mengacu pada indikator standar mutu, keamanan pangan, dan tata kelola.

“Penghentian operasional dilakukan secara terukur dan berbasis indikator evaluasi yang ketat,” kata Harjito di Jakarta, Rabu (18/3/2026).

Evaluasi dan Pembinaan

BGN menyatakan, SPPG yang dihentikan operasionalnya wajib menjalani proses pembinaan dan asistensi teknis sebelum dapat kembali beroperasi.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh layanan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan sesuai standar yang ditetapkan.

Menurut Harjito, pendekatan yang digunakan tidak hanya berupa sanksi administratif, tetapi juga pembinaan berkelanjutan untuk mempercepat pemulihan operasional.

Data Masih Diverifikasi

BGN belum merinci secara terbuka temuan teknis di masing-masing SPPG. Proses pendalaman dan verifikasi data masih berlangsung.

Hal ini dilakukan untuk memastikan akurasi informasi sebelum disampaikan ke publik.

Selain evaluasi, BGN juga memperkuat sistem monitoring berbasis wilayah yang terintegrasi. Sistem ini digunakan untuk meningkatkan efektivitas pengawasan serta mendeteksi potensi pelanggaran sejak dini.

BGN menargetkan langkah tersebut dapat mencegah pelanggaran berulang dan mempercepat pemulihan operasional layanan gizi di wilayah Sumatera. (*/red)

Baca Juga :  Fadly Amran Buka Turnamen Biliar Wali Kota Cup Seri II, Jadi Wadah Generasi Muda Kembangkan Bakat

Berita Terkait

BMKG Keluarkan Peringatan Dini Hujan Lebat di Pasaman Barat dan Pesisir Selatan Hari Ini
Kepala BGN Sudaryono: Insentif MBG Kini Lebih Adil, Proporsional dan Efisien
Uji Coba MBG Sistem Prasmanan, BGN Ingin Makanan Lebih Hangat dan Segar di Sekolah
MK Tak Temukan Bukti Gibran Punya Ijazah SLTA, tapi Tak Batalkan sebagai Wapres
Pemerintah Targetkan Renovasi 300 Ribu Sekolah dan Madrasah hingga 2029, Kemenag Siap Bersinergi
Kemenag Buka Bantuan S2 dan S3 hingga Rp25 Juta, Cek Syarat dan Jadwalnya
Kontes Sapi APPSI Piala Presiden 2026 Dorong Peternak Perkuat Genetik dan Produktivitas
Mentan Amran Sambut Wamentan Saleh Mustafa: Speed Kerja Pertanian Harus Meningkat

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 13:43 WIB

BMKG Maritim Teluk Bayur Peringatkan Potensi Banjir Rob di Pesisir Sumbar 9–12 Oktober

Kamis, 8 Oktober 2026 - 08:23 WIB

Pemko Padang Perkuat Smart Surau, 400 Guru TQA/MDTW Ikuti Pembekalan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 23:44 WIB

Padang Mulai Uji Teknologi AI untuk Petakan Kerusakan Infrastruktur Pascabencana

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:18 WIB

Kabut Asap Selimuti Padang, BPBD Minta Warga Tingkatkan Kewaspadaan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 20:27 WIB

Penumpang KA Lembah Anai Terlibat Perselisihan, KAI Ingatkan Etika di Kereta

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:22 WIB

Kafilah Bungus Teluk Kabung Siap Hadapi MTQN ke-42 Kota Padang, Persiapan Capai 85 Persen

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:17 WIB

Padang Utara Siapkan 72 Kafilah, Targetkan Juara Umum MTQN ke-42 Kota Padang

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:11 WIB

KAI Divre II Sumbar Tutup 30 Perlintasan Liar, Keselamatan di Jalur Kereta Diperketat

Berita Terbaru