Javanusa.com—Jerawat meradang tidak hanya menimbulkan rasa nyeri, tetapi juga berisiko meninggalkan bekas luka jika ditangani dengan cara yang salah.
Banyak orang memilih memencet jerawat agar cepat hilang. Padahal, kebiasaan tersebut justru dapat memperparah peradangan dan meningkatkan risiko infeksi, terutama jika tangan atau alat yang digunakan tidak steril.
Selain membuat jerawat semakin merah dan bengkak, tindakan itu juga dapat memicu terbentuknya jaringan parut atau bopeng. Karena itu, penanganan yang tepat jauh lebih dianjurkan.
Berikut sejumlah metode yang lebih aman dan efektif untuk membantu meredakan peradangan sekaligus mempercepat proses penyembuhan.
1. Gunakan Retinoid untuk Membuka Pori-Pori
Retinoid menjadi salah satu pilihan utama dalam mengatasi jerawat meradang. Kandungan ini membantu membuka pori-pori yang tersumbat oleh minyak berlebih dan sel kulit mati sehingga penyebab munculnya jerawat dapat dikurangi.
Retinoid tersedia dalam bentuk gel, krim, maupun salep yang umumnya memerlukan resep dokter. Gunakan setelah wajah dibersihkan dan hindari paparan sinar matahari selama masa pemakaian. Produk ini tidak dianjurkan bagi ibu hamil, ibu menyusui, maupun pemilik kulit yang sangat sensitif.
2. Antibiotik untuk Mengatasi Infeksi Bakteri
Infeksi bakteri sering menjadi penyebab jerawat meradang. Dokter dapat meresepkan antibiotik, baik dalam bentuk oles maupun tablet, untuk menghambat pertumbuhan bakteri penyebab peradangan.
Penggunaan antibiotik harus mengikuti anjuran dokter agar hasil pengobatan optimal sekaligus mencegah terjadinya resistensi bakteri.
3. Tea Tree Oil sebagai Alternatif Alami
Tea tree oil dikenal sebagai bahan alami yang banyak digunakan dalam produk perawatan jerawat. Kandungan ini membantu meredakan peradangan, mengurangi produksi minyak berlebih, sekaligus menekan pertumbuhan bakteri pada kulit.
Efektivitasnya disebut sebanding dengan benzoil peroksida pada beberapa produk jerawat. Namun, pemilik kulit sensitif atau penderita eksim sebaiknya berhati-hati karena bahan ini berpotensi memicu iritasi.
4. Bakuchiol, Pilihan yang Lebih Ramah untuk Kulit Sensitif
Bakuchiol merupakan ekstrak tanaman Psoralea corylifolia atau babchi. Bahan ini sering digunakan sebagai alternatif retinoid karena memiliki manfaat yang hampir serupa.
Selain memiliki sifat antioksidan, bakuchiol juga bersifat antibakteri dan antiradang. Keunggulan lainnya, bahan ini cenderung lebih aman untuk kulit sensitif dan dapat digunakan oleh ibu hamil.
5. Asam Salisilat Membantu Membersihkan Pori
Banyak produk perawatan kulit mengandung asam salisilat dengan konsentrasi 0,5 hingga 2 persen. Kandungan ini membantu mengangkat sel kulit mati dan membersihkan minyak yang menyumbat pori-pori.
Dengan pori yang lebih bersih, peradangan akibat jerawat dapat berkurang. Meski demikian, penggunaan berlebihan dapat menyebabkan kulit menjadi kering atau mengalami iritasi.
6. Zinc Dapat Mengurangi Produksi Minyak
Zinc juga menjadi salah satu bahan yang sering ditemukan dalam produk perawatan jerawat. Mineral ini membantu mengontrol produksi minyak sekaligus melindungi kulit dari peradangan dan infeksi bakteri.
Selain tersedia dalam bentuk krim atau losion, zinc juga dapat dikonsumsi sebagai suplemen. Namun, konsumsi harian sebaiknya tidak melebihi 40 mg karena dosis berlebihan dapat mengganggu penyerapan mineral lain, termasuk tembaga.
Hindari Memencet Jerawat agar Tidak Meninggalkan Bopeng
Menjaga kebersihan wajah dan menghindari kebiasaan memencet jerawat merupakan langkah penting untuk mencegah peradangan semakin parah.
Jika jerawat tidak kunjung membaik, terasa sangat nyeri, atau semakin meluas meski sudah menjalani perawatan, segera konsultasikan kondisi tersebut kepada dokter agar mendapatkan penanganan yang sesuai. (*)






