Jakarta, Javanusa—Sebanyak 680 calon Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) menjalani Computer Assisted Test (CAT) tahap II pada Sabtu (12/9/2026).
Seleksi ini menjadi tahapan penting untuk menentukan petugas yang akan melayani jemaah haji Indonesia pada musim haji 1448 H/2027 M.
Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menggelar CAT tahap II secara serentak di 32 titik. Lokasi ujian tersebar pada kantor BKN dan UPT BKN di 31 provinsi.
Sebanyak 680 peserta mengikuti tahapan tersebut. Mereka bersaing untuk mengisi formasi PPIH Non-Nakes Arab Saudi dan PPIH Kloter 1448 H/2027 M.
Persaingan dalam rekrutmen PPIH tahun ini tergolong ketat. Pada gelombang I dan II, pendaftar formasi PPIH non-nakes mencapai sekitar 75 ribu orang.
Sementara itu, jumlah pendaftar untuk formasi tenaga kesehatan mencapai sekitar 43 ribu peserta. Dari keseluruhan jumlah pendaftar, pemerintah hanya membutuhkan sekitar 3.000 petugas.
Satu Peserta Bersaing dengan Puluhan Pendaftar
Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf menilai kondisi tersebut menuntut proses seleksi yang cermat. Pemerintah ingin memastikan petugas terpilih memiliki kualitas sesuai kebutuhan pelayanan jemaah.
“Artinya, satu orang harus menyisihkan sekitar 40 orang. Artinya apa? Kita berupaya mendapatkan petugas-petugas yang terbaik,” ujar Menhaj saat meninjau pelaksanaan CAT tahap II di Kantor BKN Pusat, Jakarta.
Menurut Irfan, tugas sebagai petugas haji tidak sekadar membutuhkan kemampuan teknis. Petugas juga harus memahami karakter jemaah serta kebutuhan mereka selama berada di lapangan.
“Petugas yang melayani jemaah harus paham siapa yang dilayani, apa yang harus dilakukan, dan bagaimana menjalankan tugasnya,” katanya.
Karena itu, proses rekrutmen tidak cukup hanya mengandalkan kelengkapan administrasi. Setiap calon petugas harus menunjukkan kapasitas yang sejalan dengan tanggung jawab pelayanan jemaah.
Kemenhaj Targetkan Kualitas Petugas Meningkat
Pelaksanaan CAT tahap II melibatkan Kemenhaj dan Badan Kepegawaian Negara (BKN). Kerja sama tersebut bertujuan menjaga proses seleksi tetap terukur dan profesional.
Kemenhaj berharap rangkaian seleksi mampu menghasilkan petugas yang siap memberikan pelayanan terbaik. Pemerintah juga menargetkan kualitas petugas haji tahun ini melampaui penyelenggaraan sebelumnya.
“Tahun lalu, petugas haji kita dinilai menjadi salah satu petugas yang terbaik sepanjang sejarah dan tentu kita tidak ingin tahun ini sama. Kita harus lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya,” ujar Irfan.
Tingginya jumlah pendaftar mencerminkan besarnya minat masyarakat untuk menjadi bagian dari pelayanan ibadah haji. Dengan persaingan yang ketat, Kemenhaj berupaya menyaring kandidat terbaik untuk mendukung penyelenggaraan haji 1448 H/2027 M. (*)






