Padang, Javanusa—Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Padang mencatat tujuh warga terkonfirmasi campak hingga Rabu (11/3/2026). Kasus ini menunjukkan virus campak masih beredar di tengah masyarakat.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang, Srikurnia Yati, mengatakan seluruh kasus tersebut terdeteksi dalam pemantauan terbaru dinas kesehatan.
“Iya, ada tujuh warga yang positif campak,” ujar Srikurnia Yati, Rabu (11/3).
Menurutnya, temuan kasus tersebut menandakan virus campak sedang aktif menyebar. Tanpa langkah pencegahan, anak-anak berisiko tertular karena penyakit ini sangat mudah menular.
Campak ditularkan melalui percikan droplet dari batuk atau bersin. Gejalanya antara lain demam tinggi, batuk, pilek, serta muncul bintik merah di seluruh tubuh.
Jika tidak ditangani dengan baik, infeksi campak dapat menimbulkan komplikasi seperti gangguan pernapasan, diare berat, radang otak, hingga kebutaan.
Untuk menekan penyebaran penyakit, Dinas Kesehatan Kota Padang mengimbau orangtua segera melengkapi imunisasi anak.
“Kami mengimbau seluruh orangtua yang memiliki anak usia 9–59 bulan untuk segera membawa anaknya ke posyandu, puskesmas, atau rumah sakit untuk mendapatkan imunisasi,” kata Srikurnia.
Secara nasional, tercatat 8.810 kasus terduga campak terjadi di Indonesia sepanjang Januari–Februari 2026. Penularan penyakit ini relatif cepat karena virus dapat menyebar melalui udara maupun droplet dari penderita. (*/red)






