Padang, Javanusa—Mayoritas warga Kota Padang menyatakan puas terhadap kinerja Wali Kota Fadly Amran dan Wakil Wali Kota Maigus Nasir dalam 100 hari pertama masa kepemimpinan mereka.
Hal ini terungkap dari hasil survei Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Andalas (Unand).
Survei ini dipaparkan oleh Ketua Tim Peneliti Kajian dan Evaluasi 100 Hari Kinerja Pemerintah Kota Padang, Prof. Dr. Asrinaldi, M.Si dalam Forum Group Discussion (FGD) yang digelar, Jumat (20/6) di Ruang Bagindo Aziz Chan, Balai Kota Aiepacah.
Kegiatan ini dihadiri oleh Wali Kota Padang Fadly Amran, Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir, para kepala OPD, akademisi, dan Tim Percepatan Pembangunan Kota Padang.
Responden Warga dan Ahli Beri Penilaian Positif
Survei dilakukan mengambil dua responden berbeda, pertama responden acak dari warga Kota Padang sebanyak 640 orang dari 11 kecamatan. Kedua, responden ahli dari beragam latar belakang sebanyak 100 orang, seperti akademisi dan peneliti, tokoh masyarakat dan agama, pimpinan ormas dan LSM, pelaku dunia usaha, tenaga profesional jurnalis dan media lokal, anggota DPRD/politisi partai politik, serta pemuda dan mahasiswa.
”Untuk responden warga, sebanyak 79,7 persen menunjukkan kepuasan (puas-sangat puas) dengan kinerja wali kota dan wakil wali kota. Sementara 17,5 persen kurang puas dan 3,8 persen lain tidak puas,” kata Prof. Dr Asrinaldi.
Sementara untuk responden ahli ditunjukkan kepuasan yang lebih tinggi, yaitu 86 persen (puas-sangat puas). Sisanya, 12 persen kurang puas dan 2 persen lain sangat tidak puas.
Kepuasan juga ditunjukkan warga terhadap kinerja Pemko Padang dengan tingkat kepuasan 77,4 persen (puas-sangat puas). Sementara 19,2 persen kurang puas dan 3,4 persen tidak puas.
”Untuk responden ahli, 67 persen puas dan sangat puas. Sementara 29 persen kurang puas dan 4 persen tidak puas,” ujarnya.
Asrinaldi mengungkapkan, FGD ini bertujuan untuk mengevaluasi 100 Hari pelaksanaan kinerja. Utamanya Progul dan bisa menjadi dasar perencanaan kebijakan ke depan.
”Kita mengambil data dari apa yang dilihat, dirasakan dan dialami masyarakat Kota Padang terhadap kinerja Pemerintah Kota Padang. Dan harapannya bisa menjadi salah satu rujukan perbaikan dan peningkatan pelayanan masyarakat ke depannya,” jelas Asrinaldi.
Fadly: Ini Refleksi, Bukan Audit
Wali Kota Padang Fadly Amran mengatakan survei ini murni akademis dan riset serta dapat dijadikan acuan untuk perbaikan dalam pembangunan Kota Padang ke depan.
”Evaluasi ini bukan audit, riset atau inspeksi. Tetapi refleksi jujur terhadap apa yang sudah kita kerjakan. Masukan dari semua pihak akan menjadi bahan perbaikan dan penyempurnaan ke depan,” ujar Fadly Amran.
Ia juga menyampaikan pemerintahan yang efektif harus berlandaskan data dan kebutuhan nyata masyarakat.
”Kami ingin menghadirkan pemerintahan yang responsif dan tanggap. Serta memprioritaskan pelayanan publik yang berkualitas, pembangunan yang merata, dan inovasi menuju Padang sebagai kota yang pintar dan sehat. Dan itu semua membutuhkan data dan feedback dari masyarakat,” tambahnya.
Lebih lanjut, Fadly Amran menyoroti pentingnya komunikasi publik sejak awal terhadap setiap program unggulan yang dirancang pemerintah.
”Program unggulan yang masih tahap perencanaan, agar dari jauh-jauh hari kita sosialisasikan, sehingga pada saat pelaksanaan masyarakat bisa mendapatkan manfaat secara maksimal,” tegasnya.
Evaluasi Jadi Dasar Perbaikan Pelayanan Publik
Pemko Padang juga berkomitmen untuk menjadikan hasil FGD ini sebagai dasar dalam perumusan kebijakan dan langkah strategis ke depan, guna mewujudkan pemerintahan yang inklusif, adaptif, dan berorientasi pada kemajuan daerah.
”Seratus hari ini baru tahap pemanasan mesin. Ke depan, saya akan meminta seluruh OPD bekerja lebih keras untuk merealisasikan visi, misi, dan program unggulan yang sudah kita rancang,” tegas Fadly. (*/red)






