Tanah Datar, Javanusa—Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Tanah Datar, Arry Yuswandi mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap penyebaran informasi palsu atau hoaks menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada).
Imbauan ini disampaikan saat Kunjungan Kerja dan Rapat Koordinasi bersama jajaran Kecamatan Lintau Buo dan Lintau Buo Utara di aula kantor Camat Lintau Buo, Jumat (11/10/2024).
“Banyak informasi tidak lengkap beredar di media sosial, seperti video yang diedit atau dipotong untuk menguntungkan pihak tertentu dan menyudutkan pihak lainnya,” ujar Arry Yuswandi.
Arry menekankan pentingnya peran Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam menyampaikan informasi yang akurat kepada masyarakat. “ASN harus tetap netral selama masa Pilkada, namun juga berkewajiban menyampaikan kebenaran jika ada informasi yang tidak benar, demi menciptakan kondisi yang aman dan kondusif,” jelasnya.
Terkait isu infrastruktur jalan yang menjadi perbincangan hangat di media sosial, Arry menjelaskan tentang tiga tingkatan kewenangan ruas jalan yakni jalan negara (kewenangan Pemerintah Pusat), jalan provinsi (kewenangan Pemerintah Provinsi), dan jalan kabupaten (kewenangan Pemerintah Kabupaten).
“Untuk jalan provinsi seperti ruas Sijunjung-Sitangkai-Limapuluh Kota, Piladang-Baso, dan Batusangkar-Baso, saya telah berkoordinasi dengan dinas terkait di Pemprov. Perbaikan akan segera dilakukan setelah DPA ditetapkan,” tambah Arry, yang juga menjabat sebagai Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemprov Sumbar.
Arry juga menyoroti prestasi Kabupaten Tanah Datar, termasuk Program Satu Rumah Satu Hafiz/Hafizah yang dinilai unik. “Saat ini, Tanah Datar telah memiliki 19 ribu penghafal Al Qur’an minimal 1 juz. Program ini harus dipertahankan dan dilanjutkan,” ungkapnya.
Sebelumnya, Camat Lintau Buo, Mulkhairi menyampaikan apresiasi atas kunjungan Pjs. Bupati dan menyatakan kesiapan untuk menerima informasi, terutama terkait permasalahan jalan provinsi di kedua kecamatan.
Rapat koordinasi ini juga dihadiri oleh sejumlah pejabat daerah, termasuk Asisten Pemerintahan dan Kesra, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Dinas Pertanian, dan pejabat lainnya. Acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan paparan dari Samsat Tanah Datar. (*/jn04)






