Padang, Javanusa—Makan bajamba merupakan tradisi budaya masyarakat Minangkabau sejak zaman dahulunya dan menjadi tradisi adat turun temurun.
Dengan perkembangan zaman saat ini tradisi tersebut sudah mulai memudar. Untuk itu dengan adanya Kurikulum Merdeka kita bangkitkan kembali tradisi makan bajamba.
Hal itu dikatakan Lurah Gurun Laweh Nan XX Vebrinanda saat memberikan arahan pada kegiatan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) di PAUD Gurun Saiyo, Rabu (13/11/2024).
Lurah mengungkapkan, anak-anak PAUD adalah generasi emas untuk melanjutkan estafet kebangkitan bangsa.
“Oleh karena itu sejak dini kita harus membentuk karakter anak dan akhlaknya untuk menjadi lebih baik,” ujar Vebrinanda.
“Kita berharap dengan adanya kegiatan makan bajamba ini akhlak anak akan terbentuk, anak akan paham bagaimana makan bajamba budaya asli Minangkabau,”ujar lurah.
Kemudian kegiatan makan bajamba ini harus dijadikan muatan lokal, supaya anak didik mengerti dengan budaya alam Minangkabau.
“Kalau tidak sejak dini kita terapkan kapan lagi kita memberikan pemahaman kepada anak-anak kita,” terang lurah.
Sementara itu, Penilik TK PAUD Wilayah Kecamatan Lubeg Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang Fauziah, mengucapkan terima kasih kepada Yayasan PAUD Gurun Saiyo yang telah mengundang untuk hadir dalam kegiatan makan bajamba ini.
“Ini merupakan kegiatan luar biasa, mungkin ini kegiatan yang pertama yang kami hadiri. Belum ada TK, PAUD lain yang melaksanakan makan bajamba ini ” ungkap Fauziah.
Apalagi kegiatan ini terselenggara berkat swadaya dari wali murid. “Mudah-mudahan kegiatan ini berlanjut terus untuk memperkenalkan budaya kita Budaya Alam Minangkabau, “tuturnya.
Kegiatan makan bajamba ini juga dihadiri oleh Bunda PAUD Kelurahan Ny Yelmi Vebrinanda. Ketua HIMPAUDI Vera Nengsih, Kepsek PAUD Palapa Yeni Marlina dan para wali murid. (*/jn01)






