Padang, Javanusa—Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Padang mencatat peningkatan signifikan kasus kebakaran hingga Oktober 2024, dengan total 215 kasus atau naik 8,5 persen dibandingkan tahun 2023 yang mencapai 198 kasus.
Kepala Bidang Operasional dan Sarana Prasarana Damkar Padang, Rinaldi, mengungkapkan tren peningkatan ini diikuti dengan bertambahnya jumlah korban jiwa secara drastis.
“Hingga Oktober 2024, tercatat 10 korban meninggal dunia akibat kebakaran. Angka ini meningkat tajam dibandingkan tahun 2023 yang hanya satu korban jiwa,” ujar Rinaldi.
Berdasarkan data Damkar Padang, kasus kebakaran tertinggi terjadi pada Juli 2024 dengan 36 kasus, diikuti Oktober (30 kasus), dan Februari (26 kasus). Secara geografis, Kecamatan Padang Timur mencatat angka tertinggi dengan 217 kasus, disusul Kecamatan Koto Tangah dengan 196 kasus.
“Dari hasil investigasi, mayoritas kebakaran disebabkan oleh konsleting listrik atau arus pendek,” terang Rinaldi.
Kebakaran terakhir dengan dampak signifikan terjadi pada 8 November 2024 di kawasan Nusantara Building Pasar Raya Padang, yang mengakibatkan delapan unit toko hangus terbakar.
Selain kebakaran bangunan, Damkar Padang juga menangani kasus kebakaran lahan, kendaraan, pohon, dan instalasi listrik.
Sepanjang 2024, institusi ini telah melakukan 962 aksi penyelamatan dan evakuasi, termasuk pelepasan cincin, penanganan hewan liar, dan evakuasi korban pohon atau baliho tumbang.
“Kasus penanganan ular, sarang tawon, dan biawak menjadi yang paling rutin dengan rata-rata 2-3 kasus per hari,” tambah Rinaldi.
Menghadapi peningkatan kasus ini, masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dan segera melaporkan kejadian darurat melalui Padang Command Center (PPC) di nomor 112 atau 08116606113. (*/jn01)






