Padang, Javanusa—Langkah Polresta Padang dalam menggencarkan Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) Anti Premanisme mendapat dukungan luas.
Wali Kota Padang, Fadly Amran, menyebut operasi ini menjadi pendorong penting dalam menciptakan iklim kota yang aman dan kondusif.
Menurutnya, kehadiran aparat di lapangan telah menjawab keresahan warga terhadap maraknya praktik parkir liar, pungutan liar, dan pemalakan.
Baca Juga: Wako Fadly Amran Paparkan 9 Progul dalam Silaturahmi dengan Perantau di Jakarta
“Pak Kapolresta beserta jajaran benar-benar hadir di saat yang sangat kami butuhkan. Seperti yang kita lihat sebelumnya, banyak keluhan dari masyarakat terkait pungli dan parkir liar. Alhamdulillah, langsung ditindaklanjuti,” ujar Fadly, Rabu (15/5/2025).
Menurut Fadly, Pemerintah Kota Padang tengah mengusung visi, misi, dan program unggulan (Progul) yang konkret. Untuk mewujudkannya, suasana kota harus terjaga dengan stabil.
“Kami ingin menggerakkan seluruh potensi daerah—baik SDM, pariwisata, pendidikan, investasi, dan ekonomi. Tapi semuanya bisa terganggu bila premanisme dibiarkan. Operasi ini menjadi semacam booster untuk mempercepat capaian Progul Pemko,” jelasnya.
Baca Juga: Wali Kota Padang Fadly Amran Prioritaskan Penanganan Jalan Rusak dan Pungli
Dalam unggahan di media sosial resmi Polresta Padang, operasi anti premanisme tampak menyasar sejumlah titik rawan, termasuk kawasan wisata yang sering dikeluhkan masyarakat. Keberadaan preman yang meresahkan dinilai telah lama mengganggu aktivitas publik.
Selain dari Pemko, apresiasi juga datang dari masyarakat. Seorang pengunjung Pantai Padang menyebutkan, kehadiran polisi membuat kawasan wisata terasa lebih aman.
“Kalau bisa, operasi anti premanisme ini digelar terus menerus. Masyarakat dan wisatawan jadi lebih nyaman dalam beraktivitas,” ujarnya. (*/red)






