Kemenhut Tutup Tempat Pemandian dan Usaha Ilegal di TWA Mega Mendung

Penulis -

Kamis, 26 Juni 2025 - 00:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kemenhut bersama tim gabungan menutup sejumlah tempat pemandian dan tempat usaha ilegal di TWA Mega Mendung, Lembah Anai, Kabupaten Tanah Datar, Sumbar, Rabu (25/6/2025). (Foto: BKSDA Sumbar)

Kemenhut bersama tim gabungan menutup sejumlah tempat pemandian dan tempat usaha ilegal di TWA Mega Mendung, Lembah Anai, Kabupaten Tanah Datar, Sumbar, Rabu (25/6/2025). (Foto: BKSDA Sumbar)

Tanah Datar, Javanusa—Kementerian Kehutanan (Kemenhut) bersama tim gabungan dari berbagai instansi melakukan penutupan sejumlah tempat pemandian dan tempat usaha tanpa izin di Taman Wisata Alam (TWA) Mega Mendung, Lembah Anai, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, Rabu (25/6/2025).

Penutupan ini karena lokasi tersebut berada di dalam kawasan hutan konservasi dan berisiko tinggi terkena bencana banjir bandang atau galodo seperti kejadian tahun 2024 lalu.

Penertiban kawasan TWA Mega Mendung ini dipimpin oleh Direktur Pencegahan dan Penanganan Pengaduan Kehutanan Kemenhut, Yazid Nurhuda.

Kegiatan ini didukung oleh personel tim gabungan dari Gakkum Kemenhut, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumbar, Satpol PP Pemprov Sumbar, serta TNI-Polri.

“Kegiatan ini merupakan upaya penyelamatan hutan dalam konteks TWA Mega Mendung di Sumbar. Kami menghentikan kegiatan ilegal di TWA Mega Mendung,” kata Yazid di sela-sela penertiban di TWA Mega Mendung yang berada di pinggir Jalan Nasional Padang-Bukittinggi.

Penutupan ini diharapkan dapat mengurangi risiko bencana dan menjaga kelestarian lingkungan di kawasan TWA Mega Mendung.

Kemenhut berkomitmen untuk terus melakukan pengawasan dan penertiban terhadap kegiatan ilegal di kawasan hutan untuk menjaga kelestarian lingkungan dan keselamatan masyarakat.

Sementara itu, Kepala BKSDA Sumbar, Hartono mengatakan keputusan ini diambil setelah melakukan evaluasi menyeluruh terkait keberadaan destinasi wisata di kawasan konservasi tersebut.

Menurut Hartono, masalah destinasi wisata di TWA Mega Mendung merupakan persoalan lama yang telah berlangsung sejak destinasi ini dibuka pada tahun 1998-1999.

BKSDA Sumbar telah memberikan peringatan terkait keberadaan destinasi wisata di dalam kawasan konservasi. Namun tampaknya peringatan tersebut tidak diindahkan.

BKSDA Sumbar sebagai pemangku kawasan juga telah melakukan evaluasi untuk menaikkan status TWA Mega Mendung menjadi Cagar Alam.

Baca Juga :  DPO Judi Online Ditangkap di Thailand, Polri Bawa FP Pulang ke Indonesia

Hal ini karena lokasinya yang berada di daerah aliran sungai dan berpotensi menjadi bencana yang sewaktu-waktu bisa datang dan membahayakan masyarakat. (*/red)

Sumber: BKSDA Sumbar

Berita Terkait

Terkait Kisruh Gelar Datuak Rajo Bandaro, Dugaan Pemalsuan Tanda Tangan Mantan Wali Nagari Puluik Puluik Mencuat
Fadly Amran Minta OPD Padang Perkuat Inovasi Smart City di Enam Dimensi
Koto Tangah Siapkan 16 Venue MTQ ke-42 Padang, Ini Daftar Lokasinya
Koto Tangah Siapkan 65 Kafilah, Bidik Juara Umum MTQ ke-42 Kota Padang
Pemko Padang dan Pelindo Siapkan Penataan Muaro Padang Jadi Kawasan Wisata Maritim
Tutupi Trotoar dan Drainase, Satpol PP Padang Bongkar Lapak Pedagang di Jalan Sutan Syahrir
Gubernur Mahyeldi Dorong Tata Kelola Pemerintahan Sumbar Makin Kuat, Cegah Korupsi Sejak Awal
Farewell Parade Kapolda Sumbar, Irjen Pol Djati Wiyoto Serahkan Estafet Kepemimpinan kepada Irjen Pol Jawari

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 09:18 WIB

Raul Fernandez Pecahkan Rekor Lap Mandalika, Aprilia Kuasai Tiga Besar

Jumat, 9 Oktober 2026 - 20:22 WIB

Maigus Nasir Lepas 12 Atlet SOIna ke Pesonas II 2026, Berharap Bawa Pulang Medali

Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:30 WIB

Atlet Dayung Kota Padang Sabet Emas Nomor 1.000 Meter di Porprov XVI Sumbar 2026

Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:14 WIB

Nofri Rinaldi Sumbang Emas, Payakumbuh Makin Dekat dengan Target Porprov Sumbar 2026

Jumat, 9 Oktober 2026 - 18:36 WIB

Tembus Final Porprov Sumbar 2026, Empat Petarung Wushu Payakumbuh Bidik Emas  

Jumat, 9 Oktober 2026 - 16:16 WIB

Anak Sasian PPS Sakato Semen Padang Raih 1 Emas dan 4 Perunggu di Porprov XVI Sumbar 2026

Jumat, 9 Oktober 2026 - 15:21 WIB

Kabaddi Kota Padang Borong 8 Emas Porprov XVI Sumbar 2026

Jumat, 9 Oktober 2026 - 08:52 WIB

Futsal Porprov XVI Sumbar 2026 Masuk 8 Besar, Ini Jadwal dan Daftar Tim Lolos

Berita Terbaru