Pessel, Javanusa—Dalam upaya memperkuat kelembagaan dan meningkatkan kualitas pengawasan Pemilu, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) menggelar kegiatan bertajuk “Penguatan Kelembagaan Pengawas Pemilu” Selasa (12/8/2025) di Hotel Saga Murni, Painan.
Kegiatan yang diikuti oleh 85 orang peserta itu, merupakan bagian dari strategi Bawaslu untuk menciptakan Pemilu yang berkualitas, responsif, sinergis, dan adaptif sebagaimana amanat Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2025 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029.
Acara dibuka oleh Bupati Pessel diwakili Kepala Badan Kesbangpol Pessel, Gestrojoni. Turut hadir Ketua Bawaslu Pessel, Afriki Musmaidi, Ketua KPU Pessel, diwakili Rahmat, Dandim 0311, Pessel diwakili Danramil 03 IV Jurai, Lettu Satmarizal, Kapolres Pessel, diwakili KBO, IPTU Usman Kamal, pimpinan partai politik, kepala sekolah, perwakilan ormas, dan insan pers.
Kepala Sekretariat Bawaslu Pessel, Rinaldi, dalam sambutannya menyampaikan pentingnya kegiatan ini sebagai bagian dari penguatan kelembagaan demokrasi.
“Ini adalah bentuk keseriusan kami dalam memperkokoh lembaga pengawas Pemilu agar lebih siap dan profesional dalam menjalankan tugas di masa yang akan datang,” ujarnya.
Rinaldi menambahkan kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapabilitas kelembagaan, memperkuat peran koordinatif dan supervisi, mendorong kolaborasi lintas sektor, serta merancang tata kelola yang lebih baik dalam pelaksanaan pemilu di daerah.
Kepala Badan Kesbangpol Pessel, Gestrojoni dalam sambutannya menyampaikan permohonan maaf atas ketidakhadiran bupati, karena tengah menjalankan tugas di Jakarta.
Ia juga mengapresiasi kesuksesan Pilkada sebelumnya yang berlangsung aman dan kondusif.
“Kita patut berbangga karena Pilkada yang lalu berjalan sukses tanpa gesekan berarti. Ini adalah buah dari sinergi semua pihak, termasuk Bawaslu, KPU, aparat keamanan, dan masyarakat,” ujar Gestrojoni.
Ketua Bawaslu Pessel, Afriki Musmaidi menegaskan kegiatan ini bagian dari komitmen Bawaslu untuk terus meningkatkan kapasitas kelembagaan.
Meskipun tengah menghadapi keterbatasan anggaran, Bawaslu tetap berupaya menjalankan peran edukasi kepada pemilih, termasuk melalui program pendidikan pemilu di sekolah-sekolah.
“Alhamdulillah, meski anggaran terbatas, kami tetap bisa memberikan pendidikan politik kepada pemilih pemula dengan mengunjungi sekolah-sekolah setingkat SMA. Ini merupakan bagian dari upaya menciptakan demokrasi yang sehat dan berintegritas,” terang Afriki.
Ia menjelaskan, kegiatan yang digelar selama sehari itu menghadirkan lima narasumber kompeten yakni Andri Rusta (FISIP Unand), Beni Kharisma Arrasuli (FH Unand), Gunawan (Staf Ahli Bupati Pessel), Neni Nur Hayati (Director of DEEP Indonesia), dan Afriki Musmaidi (Ketua Bawaslu Pessel) sendiri.
Afriki juga menyoroti pentingnya forum diskusi tersebut dalam merespons dinamika regulasi, termasuk isu pemisahan UU Pemilu dan UU Pilkada yang saat ini tengah menjadi sorotan nasional.
“Perlu ada ruang partisipatif untuk memberikan masukan terhadap arah regulasi yang akan ditetapkan ke depan,” ujarnya.
Ia juga menegaskan hasil diskusi tersebut akan menjadi catatan penting bagi Bawaslu dalam mempersiapkan diri menghadapi Pilkada mendatang, serta sebagai bahan pertimbangan bagi pembuat kebijakan.
“Dengan semangat “Bersama Rakyat Awasi Pemilu, Bersama Bawaslu Tegakkan Keadilan Pemilu”, kegiatan ini menjadi refleksi komitmen Bawaslu Pessel dalam menjaga marwah demokrasi lokal yang berintegritas, inklusif, dan partisipatif. (sus)






