Pasbar, Javanusa—Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasaman Barat menggandeng sejumlah perusahaan kelapa sawit untuk membantu mengatasi persoalan kemiskinan dan stunting.
Dukungan tersebut diwujudkan melalui penyaluran dana Corporate Social Responsibility (CSR) usai upacara peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan RI di halaman kantor bupati, Minggu (17/8).
Penyerahan CSR dengan total nilai Rp 304,95 juta dilakukan langsung oleh Bupati Pasbar Yulianto, didampingi Wakil Bupati M. Ihpan, Forkopimda, Sekda Doddy San Ismail dan Plt. Kepala Bappelitbangda Ikhwanri. Dana itu disalurkan kepada 10 keluarga penerima manfaat.
Beberapa perusahaan sawit yang ikut berpartisipasi di antaranya:
-
- PT BPP menyerahkan Rp 100,2 juta.
- Wilmar Group memberikan Rp 75,75 juta melalui perwakilan pimpinan PT PMJ, PT PHP, PT GMP, dan CSR.
- PT GSA, PT BSS, dan PT USM masing-masing menyerahkan Rp 43 juta.
Data penerima manfaat berasal dari P3KE (Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem) Kemenko PMK yang telah diverifikasi pemerintah kecamatan.
Plt. Kepala Bappelitbangda Pasbar, Ikhwanri, menjelaskan program ini merupakan inovasi daerah bernama “Brondol Sawit” (Berkolaborasi Kendalikan dan Nolkan Stunting melalui Intervensi Sensitif Terpadu).
Ia berharap inovasi tersebut mampu mempercepat penurunan angka kemiskinan dan stunting di Pasbar.
Menurutnya, tingkat kemiskinan Pasbar pada akhir 2024 tercatat 7% atau sekitar 34.600 jiwa. Pemkab menargetkan turun menjadi 5,75% pada 2025. “Untuk kemiskinan ekstrem, dari angka 0,70% (sekitar 3.410 jiwa) kita targetkan bisa mencapai 0% di akhir 2025,” jelasnya.
Sementara itu, pada 2024 prevalensi stunting mencapai 26,6%. Pemkab optimistis mampu menurunkannya menjadi 13,5% pada 2025.
“Target ini tidak hanya mengandalkan dukungan perusahaan sawit. Kami juga berkolaborasi dengan perbankan, Baznas, tokoh agama, tokoh adat, hingga Tanoto Foundation untuk percepatan penurunan angka kemiskinan dan stunting,” tutup Ikhwanri. (*/red)






