Jakarta, Javanusa—Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pesisir Selatan (Pessel) Provinsi Sumbar menandatangani nota kesepahaman Memorandum of Understanding (MoU) dengan Putera Sampoerna Foundation (PSF) dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan di daerah tersebut.
Penandatanganan tersebut berlangsung Senin, (8/9/2025) di Gedung Sampoerna Strategic Square, Jakarta.
Kerja sama strategis ini mencakup dua fokus utama, yaitu pemberian beasiswa pendidikan tingkat sarjana di Universitas Sampoerna yang bekerja sama dengan University of Arizona. Serta pelatihan peningkatan kompetensi tenaga pendidik di Kabupaten Pesisir Selatan.
Bupati Pesisir Selatan, Hendrajoni menandatangani langsung perjanjian kerja sama tersebut bersama Senior Director PSF, H. Elan Merdy.
Turut hadir dan menyaksikan kegiatan tersebut, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pessel, Salim Muhaimin, Head of Program Development PSF, Juliana, serta Head of Government Relation PSF, Ida Bagus Gede Wersdhi Putra.
“Kami menyadari pendidikan merupakan kunci utama pembangunan daerah. Melalui kerja sama ini, kami berharap lahir generasi muda Pesisir Selatan yang memiliki daya saing global,” ujar Bupati Hendrajoni.
Universitas Sampoerna, sebagai mitra PSF, dikenal sebagai perguruan tinggi berstandar internasional.
Institusi ini menawarkan program sarjana melalui kurikulum kolaboratif dengan University of Arizona, Amerika Serikat, yang memungkinkan mahasiswa mendapatkan pengalaman pendidikan global tanpa harus ke luar negeri.
Founder PSF, Putera Sampoerna, sejak lama memiliki visi untuk memperluas akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak Indonesia.
Saat ini, Universitas Sampoerna memiliki empat fakultas, yakni Fakultas Teknik, Fakultas Bisnis, Fakultas Psikologi, serta Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan.
Sebagai tindak lanjut MoU, Pemkab Pessel dan PSF akan melaksanakan sosialisasi program beasiswa serta seleksi awal pada 11 September 2025.
Selanjutnya, pelatihan guru dijadwalkan berlangsung mulai tahun 2026, dengan peserta yang berasal dari berbagai sekolah tingkat SD hingga SMA di Pessel.
Elan Merdy dari PSF menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di daerah melalui pendidikan.
“Kami ingin mencetak lulusan yang tak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat dan siap menghadapi tantangan global,” ungkapnya.
Pemkab Pesisir Selatan berharap melalui kerja sama ini, tidak hanya mutu pendidikan di daerah yang meningkat, tetapi juga terbuka peluang lebih besar bagi generasi muda Pessel untuk menembus jenjang pendidikan tinggi internasional, sekaligus menjadi agen perubahan di daerah masing-masing.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pessel, Salim Muhaimin menyebutkan program ini menjadi peluang besar bagi putra-putri Pesisir Selatan untuk melanjutkan pendidikan tinggi di institusi bertaraf internasional, sekaligus memperbaiki kualitas tenaga pendidik di Pesisir Selatan.
“Kerja sama ini sejalan dengan upaya kami meningkatkan akses pendidikan tinggi serta kualitas guru di daerah. Ini adalah langkah besar menuju transformasi pendidikan di Pesisir Selatan,” ujar Salim Muhaimin.
Salim menambahkan, selain beasiswa, program pelatihan guru juga menjadi bagian penting dalam peningkatan mutu pendidikan.
“Kami ingin para guru di 15 kecamatan memiliki kompetensi pedagogik yang lebih baik, sehingga proses pembelajaran menjadi lebih efektif dan bermakna,” jelasnya. (sus)






