Solok, Javanusa—Permasalahan air bersih yang selama ini menjadi keluhan masyarakat Kota Solok kini mendapat solusi dengan hadirnya Embung Batang Binguang.
Infrastruktur vital berkapasitas tampung 53 ribu meter kubik itu tidak hanya menjadi sumber air baku PDAM, tetapi juga mendukung irigasi pertanian sekaligus mengurangi risiko banjir dan kekeringan.
Embung yang berlokasi di Kelurahan Tanjung Paku ini dibangun menggunakan dana APBN melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V. Kehadirannya diharapkan mampu menjaga ketahanan air Kota Solok dalam jangka panjang.
Wali Kota Solok, Ramadhani Kirana Putra, menyebutkan embung tersebut akan mengaliri empat Daerah Irigasi (DI). Yaitu DI Ampang Batu, DI Batu Ampa, DI Ampang Rajo, dan DI Sawah Ladang.
Proses Panjang Sejak 2017
Rencana pembangunan embung ini sudah digagas sejak 2017. Mantan Sekretaris Dinas PUPR Kota Solok, Eliyardi, mengatakan Pemko Solok turut berperan melalui pembebasan lahan secara bertahap dari 2017 hingga 2024.
Pada Juni 2025 lalu, Embung Batang Binguang sempat ramai diperbincangkan di media sosial akibat kebocoran kecil pada pintu penguras.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pembangunan Embung dari BWS Sumatera V, Dian, menjelaskan kebocoran itu terjadi akibat pintu penguras dibuka pihak tidak bertanggung jawab. Pintu tidak bisa menutup sempurna karena terganjal ranting dan batu.
“Perbaikan langsung dilakukan oleh kontraktor. Pada pertengahan Juli 2025, perbaikan selesai setelah embung dikeringkan untuk memperbaiki pintu penguras,” ujarnya.
Pantauan terakhir, Senin (8/9/2025), embung sudah kembali berfungsi normal dan terisi air.
Manfaat Jangka Panjang
Selain berperan sebagai penampung air, Embung Batang Binguang juga penting untuk mengurangi banjir saat musim hujan dan menyediakan cadangan air bagi petani di musim kemarau.
Ke depan, embung ini direncanakan dikembangkan menjadi kawasan wisata air, sehingga dapat menambah daya tarik pariwisata Kota Solok.
Wali Kota berharap embung tetap terjaga dari aksi vandalisme. “Embung Batang Binguang adalah aset penting. Dengan keberadaannya, Kota Solok semakin siap menghadapi perubahan iklim, menjaga lingkungan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Ramadhani. (*/red)






