Solok, Javanusa—Gelaran Rang Solok Baralek Gadang (RSBG) 2025 resmi ditutup pada Sabtu (13/9/2025) di Hamparan Sawah Solok.
Acara penutupan berlangsung meriah dengan penampilan tarian Sorak Sorai Alek Gadang. Sebuah persembahan penuh makna syukur atas panen, simbol doa keberkahan, dan keindahan adat Minangkabau.
Event yang digelar sejak Kamis (11/9) itu berjalan aman, tertib, dan semarak hingga hari terakhir. Ribuan masyarakat dan wisatawan memadati dua lokasi utama.
Yakni Hamparan Sawah Solok dan Taman Syech Kukut, yang setiap harinya menghadirkan atraksi budaya, pameran, dan hiburan.
Wali Kota Solok, Dr. Ramadhani Kirana Putra, menegaskan acara ini bukan hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga berdampak nyata bagi ekonomi masyarakat.
“Pameran, bazar, serta pedagang UMKM dan kuliner khas Solok mendapat tempat istimewa, sehingga perputaran ekonomi masyarakat meningkat. Event budaya tidak hanya sarana hiburan, tetapi juga penggerak ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Ramadhani menambahkan, Rang Solok Baralek Gadang menjadi sarana promosi potensi lokal, penguatan pariwisata, pemberdayaan pelaku budaya, sekaligus dorongan bagi ekonomi kreatif dengan prinsip berkelanjutan.
Ia berharap event ini dapat menjadi agenda tahunan Kota Solok dan terus masuk dalam kalender nasional KEN Kemenparekraf.
Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada panitia, relawan, seniman, pelaku budaya, dan masyarakat Kota Solok yang telah bergotong royong menyukseskan acara.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Sumbar, Lila Yanwar memberikan apresiasi atas kesuksesan gelaran ini.
“Rang Solok Baralek Gadang berjalan sukses dan meriah. Kami memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada Pemko Solok dan masyarakat yang telah bekerja keras,” katanya.
Ketua DPRD Kota Solok, Fauzi Rusli berharap event tahun-tahun mendatang dapat semakin maksimal dengan menghadirkan berbagai inovasi.
Penutupan ditandai dengan tarian Sorak Sorai Alek Gadang yang menjadi simbol syukur atas panen, doa keberkahan, dan wujud kekayaan adat budaya Solok.
Dengan tingginya antusiasme masyarakat dan wisatawan, RSBG 2025 kian memperkuat posisi Kota Solok sebagai destinasi wisata budaya dan alam unggulan. (*/red)






