Jakarta, Javanusa—Ketua Dewan Guru (KDG) Perguruan Karate Lemkari, Shihan Harried Taning memberikan apresiasi atas penyematan sabuk hitam kehormatan tingkat DAN IV kepada ketua terpilih Lemkari Pengprov Sumatera Barat, Nanda Satria.
Penyematan tersebut digelar dalam penutupan Musyawarah Provinsi (Musprov) Lemkari Sumbar ke-7 pada Minggu (21/9/2025), bertempat di The ZHM Premiere Hotel, Padang.
Penyematan sabuk hitam tersebut menjadi simbol pengakuan atas dedikasi dan komitmen Nanda Satria terhadap perkembangan karate di Sumatera Barat, terutama dalam kiprahnya di organisasi Lemkari.
KDG Harried Taning menyampaikan, kepada media ini Senin (22/9) bahwa pemberian DAN IV bukan hanya penghargaan simbolik, tetapi bentuk penghormatan atas kepemimpinan dan keteladanan Nanda di dalam serta di luar dojo.
Ia menilai, sosok Nanda Satria membawa semangat baru dalam membina perguruan dan mendorong regenerasi karateka muda di Sumbar.
“Beliau adalah figur yang lengkap, pemimpin, praktisi, sekaligus penggerak organisasi. Penyematan ini bukan hanya layak, tetapi pantas,” ujar Harried.
Musprov Lemkari ke-7 tersebut menetapkan Nanda Satria sebagai Ketua Lemkari Pengprov Sumbar masa bakti 2025–2030, menggantikan kepemimpinan sebelumnya yang dipegang oleh Yozarwardi pada periode 2020–2025.
Nanda Satria, yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Sumbar, terpilih secara aklamasi dalam forum yang dihadiri seluruh perwakilan cabang Lemkari se Sumatera Barat. Musprov berlangsung selama dua hari, Sabtu dan Minggu (20–21/9), dengan suasana penuh kekeluargaan dan semangat persatuan.
Musprov tersebut dibuka secara resmi oleh Ketua Umum PB Lemkari, Mayjen Mar (Purn) Bambang Sutrisno, yang menekankan pentingnya soliditas organisasi dan regenerasi kepemimpinan sebagai fondasi perguruan yang kuat.
Sebagai tanda diterimanya Nanda Satria secara resmi dalam keluarga besar Lemkari, Sekretaris Dewan Guru, Ferry Suardi (DAN VII), memakaikan karategi (seragam karate) kepada Nanda dalam prosesi penutupan.
Momen puncak ditandai dengan pemakaian sabuk hitam DAN IV oleh anggota Dewan Guru, Letkol Inf Arie Marzuki (DAN V), didampingi oleh Ketum PB Lemkari, serta disaksikan langsung oleh tokoh-tokoh senior seperti H Leonardy Harmainy (DAN VIII), dan Firdaus Ilyas (DAN VII).
Harried Taning menambahkan bahwa keberadaan Nanda di posisi strategis akan memperkuat sinergi antara dunia olahraga, pendidikan karakter, dan pemerintahan.
Ia berharap Lemkari di bawah kepemimpinan Nanda mampu lebih progresif dan inklusif dalam menjaring bibit-bibit unggul karateka.
“Dengan latar belakang politikus dan birokrat, Pak Nanda membawa jembatan yang kuat antara dunia olahraga dan kebijakan publik. Ini potensi besar bagi perkembangan Lemkari Sumbar ke depan,” ungkap Harried.
Ketua Dewan Penasehat PB Lemkari, H Leonardy Harmainy menutup secara resmi Musprov tersebut menegaskan pentingnya peran pemimpin muda dalam menjaga marwah perguruan karate tertua di Sumbar ini agar tetap relevan dengan zaman.
Acara berlangsung khidmat dan penuh makna, menjadi simbol regenerasi kepemimpinan sekaligus semangat menjaga nilai-nilai luhur bela diri karate yang berakar kuat dalam budaya dan karakter bangsa. (yoniks)






