Padang, Javanusa—Lembaga Karate-Do Indonesia (Lemkari) Pengurus Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) sukses menggelar Musyawarah Provinsi (Musprov) ke-7 pada Sabtu dan Minggu, 20–21 September 2025, di The ZHM Premiere Hotel.
Kegiatan tersebut menjadi momentum penting dalam menentukan arah dan kepemimpinan Lemkari Sumbar lima tahun ke depan.
Ketua Panitia Pelaksana, Agusmardi menyampaikan Musprov merupakan amanat organisasi yang harus dilaksanakan sebagaimana diatur dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Lemkari.
“Musprov ini dilaksanakan bertepatan dengan berakhirnya masa bakti pengurus periode 2020–2025,” katanya.
Pelaksanaan Musprov Lemkari ke-7 merujuk pada Surat Tugas Pengprov Nomor: 018/ST-LKI/VIII/2025 tertanggal 25 Agustus 2025, yang menugaskan H Firdaus Ilyas, MM sebagai pelaksana harian, serta hasil rapat panitia OC/SC pada 5 September 2025.
Tema yang diusung dalam Musprov adalah “Melalui Musprov LEMKARI Kita Mantapkan Kinerja Organisasi Guna Meningkatkan Daya Saing Prestasi di Tingkat Nasional dan Internasional”. Tema ini menjadi dasar arah diskusi strategis dalam menyusun program kerja dan pemilihan kepengurusan baru saat itu.
Musprov diikuti oleh 75 peserta, terdiri dari pengurus Lemkari kabupaten/kota (38 orang), pengurus provinsi periode 2020–2025 (30 orang), perwakilan PB Lemkari (2 orang), dan undangan (5 orang).
Adapun tujuan utama Musprov ke-7 ini adalah mengevaluasi program kerja sebelumnya, menetapkan Ketua Umum Lemkari Sumbar periode 2025–2030, menyusun program kerja baru, serta merumuskan strategi pembinaan prestasi karateka Lemkari menuju PON 2028 dan event nasional lainnya.
Musprov ini juga menghadirkan narasumber dari Ketua Umum Lemkari Pengprov Sumbar dan PB Lemkari. Kehadiran mereka memberikan pandangan dan arah kebijakan strategis dalam pengembangan organisasi dan pembinaan atlet ke depan.
Agusmardi menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dan mendukung kelancaran acara.
“Kami menghargai komitmen semua peserta dan undangan. Tanpa kebersamaan, acara ini tidak mungkin berjalan lancar dan sukses seperti yang kita lihat hari ini,” ujarnya.
Agusmardi, menyampaikan harapannya kepada ketua umum terpilih dan jajaran pengurus baru agar mampu membawa semangat pembaruan dan profesionalisme dalam mengelola organisasi.
“Saya berharap kepengurusan baru bisa lebih solid, terbuka terhadap ide-ide baru, serta adaptif terhadap dinamika pembinaan olahraga beladiri saat ini. Tantangan ke depan makin kompleks, terutama dalam menyiapkan atlet menuju PON 2028 dan berbagai ajang nasional lainnya,” kata Agusmardi.
Ia juga menekankan pentingnya konsistensi dalam tata kelola organisasi dan kesinambungan program pembinaan.
“Tidak cukup hanya dengan semangat, tetapi perlu sistem yang jelas, kolaborasi yang luas, dan evaluasi rutin agar hasil pembinaan kita lebih terarah dan terukur,” tambahnya.
Lebih lanjut, Agusmardi menegaskan Lemkari sebagai salah satu perguruan karate tertua di Sumbar, memiliki tanggung jawab moral untuk menjadi contoh dalam hal pembinaan karakter, etika, serta prestasi.
Dari itu dia berharap pengurus baru tidak hanya fokus pada target medali, tetapi juga membentuk karateka yang berintegritas.
“Karate bukan hanya tentang teknik, tetapi juga tentang nilai dan jiwa. Ini yang harus dijaga oleh kepengurusan baru, agar Lemkari tetap menjadi perguruan yang dihormati dan dicintai,” tutupnya. (sus)






