Pessel, Javanusa—Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pesisir Selatan terus memperkuat pelayanan dasar masyarakat melalui pendekatan yang kolaboratif dan menyeluruh.
Salah satu upayanya dilakukan melalui kegiatan Pertemuan Advokasi dan Koordinasi Tim Pembina Posyandu (TP Posyandu), yang akan digelar Senin, 20 Oktober 2025 mendatang di Hotel Triza, Painan.
Pertemuan strategis yang diinisiasi oleh Sekretariat Daerah (Sekda) Pessel, Evafauza Yuliasman, SE, MSi, Datuak Tigo Lareh itu, sebagai langkah penting dalam menyatukan visi dan misi lintas sektor, khususnya antar organisasi perangkat daerah (OPD), guna memperkuat fungsi Posyandu sebagai ujung tombak pelayanan publik di tingkat desa atau nagari.
Pj Sekda Kab Pessel, Evafauza Yuliasman menjelaskan kegiatan tersebut bukan sekadar seremonial, melainkan upaya konkret untuk membangun kesamaan persepsi serta memperkuat sinergi dalam pelaksanaan enam Standar Pelayanan Minimal (SPM). Menurutnya, Posyandu merupakan representasi nyata dari kehadiran pemerintah di tengah masyarakat.
“Posyandu adalah simbol kehadiran pemerintah yang paling dekat dengan masyarakat. Kita ingin memastikan bahwa setiap OPD berperan aktif dalam penguatan fungsinya secara berkelanjutan,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, kegiatan itu akan melibatkan 44 peserta lintas sektor, terdiri dari perwakilan OPD. Seperti halnya Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Dinas Kominfo, Dinas PMD, Dinas Sosial, Dinas Pertanian, Dinas Perikanan, serta Bappeda. Termasuk juga unsur TP PKK, dan bundo kanduang.
“Para peserta yang tercantum dalam SK Bupati Pesisir Selatan Nomor 410/210/Ktps/BPT-PS/2025 itu, diwajibkan hadir tanpa diwakilkan serta membawa laporan perkembangan Posyandu dari wilayah masing-masing,” ingatnya.
Kegiatan itu merupakan bagian dari implementasi kebijakan nasional terkait integrasi pelayanan dasar. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antarsektor untuk menghadirkan layanan yang holistik dan berdampak langsung bagi masyarakat.
“Pelayanan dasar tidak bisa dilakukan secara sektoral. Kita butuh sinergi agar Posyandu menjadi pusat edukasi, informasi, dan pemberdayaan masyarakat nagari,” jelasnya.
Tujuan jangka panjang Pemkab adalah menjadikan Posyandu sebagai institusi yang adaptif, inklusif, dan progresif. Posyandu diharapkan dapat menjawab berbagai kebutuhan masyarakat secara komprehensif, baik dalam aspek kesehatan, pendidikan keluarga, hingga ekonomi kerakyatan.
“Kita ingin membangun Posyandu yang progresif. Bukan sekadar tempat layanan kesehatan, tapi juga simpul pemberdayaan masyarakat. Semua pihak harus bergerak bersama,” tegasnya.
Ke depan, ia mengharapkan Posyandu dapat menjadi ruang tumbuhnya kolaborasi antar elemen masyarakat dan pemerintah dalam meningkatkan kualitas hidup warga nagari.
“Dengan dukungan lintas sektor yang kuat, Posyandu diharapkan bisa berkembang menjadi pusat layanan publik terpadu yang responsif terhadap tantangan zaman dan tetap berpihak pada kepentingan masyarakat,” tutupnya. (yoniks)






