Pessel, Javanusa—Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) menggelar pembekalan pranikah bagi pasangan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang baru diangkat sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
Kegiatan tersebut berlangsung Kamis (23/10/2025) di Aula Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pesisir Selatan di Painan.
Kepala BKPSDM Pessel, Yoski Wandri menyampaikan pembekalan pranikah tersebut merupakan hasil kerja sama antara BKPSDM dengan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Pesisir Selatan, sesuai Edaran Bupati Pesisir Selatan Nomor 800.1.6.2/1/BKPSDM/2024 tanggal 1 Februari 2024, yang mengatur tentang pembekalan pranikah bagi ASN.
Menurut Yoski, pembekalan ini sangat penting sebagai upaya memberikan pemahaman dan kesiapan mental kepada ASN PPPK agar mampu membangun rumah tangga yang harmonis dan berkeluarga dengan penuh tanggung jawab.
Ia menegaskan, keluarga yang sehat dan kokoh menjadi pondasi utama dalam mendukung kinerja dan pengabdian ASN sebagai aparatur negara.
“Melalui pembekalan ini, kami berharap ASN PPPK tidak hanya siap secara profesional dalam bekerja, tetapi juga secara emosional dan sosial dalam kehidupan keluarga. Keluarga yang harmonis akan menciptakan ASN yang produktif dan berkarakter,” ujar Yoski saat membuka acara tersebut.
Yoski juga menambahkan BKPSDM berkomitmen untuk terus mendukung pembentukan keluarga ASN yang sehat, berdaya guna, dan menjadi tulang punggung kemajuan daerah serta bangsa.
Pembekalan pranikah ini menjadi salah satu upaya strategis dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas dari sisi keluarga.
“Kami berharap, kegiatan ini tidak berhenti sampai di sini saja, tetapi terus berlanjut dengan pendampingan keluarga ASN agar terus tumbuh dalam keharmonisan dan kesejahteraan,” ujarnya.
Melalui pembekalan pranikah itu ASN PPPK dapat menjalani kehidupan berkeluarga dengan bijak dan penuh tanggung jawab, sehingga mampu memberikan kontribusi optimal bagi pembangunan daerah dan pelayanan publik yang prima.
Dalam pembekalan pranikah tersebut, BKPSDM menghadirkan Musriadi, SIQ, SThI, penyuluh agama dari Kantor Kemenag Pesisir Selatan, sebagai narasumber utama.
Dalam materinya, Musriadi menjelaskan pernikahan bertujuan membentuk keluarga sakinah, mawaddah, wa rahmah, serta menghasilkan keturunan yang sah dan berakhlak mulia.
“Pernikahan bukan hanya soal usia, dan cinta saja tidak cukup untuk menjadi alasan menikah,” kata Musriadi.
Ia menambahkan kesiapan emosional dan kedewasaan pasangan sangat dibutuhkan, termasuk kemampuan berkompromi, berdiskusi, saling memahami, serta menghargai kebutuhan satu sama lain.
Selain itu, Musriadi mengingatkan para peserta untuk mempertimbangkan aspek nasab (keturunan), fisik, dan aqidah (agama) dalam memilih pasangan hidup.
Ia juga menegaskan pentingnya memahami kewajiban dan tanggung jawab sebagai suami dan istri agar keluarga yang dibangun bisa menjadi tempat yang nyaman dan penuh berkah. (sus)






