Delapan Tahun Menjaga Nyawa di Rel Kereta, Begini Kisah Afrizul

Penulis -

Selasa, 11 November 2025 - 11:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Afrizul, penjaga pintu perlintasan kereta api di Lubuk Buaya, Padang. (Foto: Diskominfo Padang)

Afrizul, penjaga pintu perlintasan kereta api di Lubuk Buaya, Padang. (Foto: Diskominfo Padang)

Padang, Javanusa—Mata lelaki berusia 41 tahun itu mengarah tajam ke kejauhan. Matanya tak berkedip sedikitpun. Karena dia tahu, lengah sedikit, nyawa taruhannya.

Begitu incarannya terlihat, tangannya langsung cekatan menekan tombol merah di depannya. Perlahan, palang pintu turun dan menutup kedua jalur kendaraan bermotor. Afrizul kemudian keluar dari pos jaganya.

Afrizul adalah penjaga pintu perlintasan kereta api di Lubuk Buaya, Padang. Lelaki yang akrab disapa Zul itu dituntut cekatan dan fokus kala bertugas.

Sebab, nasib pengendara sepeda motor dan mobil ada di tangannya. Salah perhitungan, nyawa melayang.

‘Begitu terlihat kereta api, palang pintu langsung diturunkan,” ujar lelaki asal Agam itu.

Zul sudah delapan tahun menjaga pintu perlintasan. Selama itu pula suka duka dirasakannya. Banyak cerita yang dilaluinya sejak menjadi penjaga pintu perlintasan kereta api.

“Paling sering didapati pengendara yang menerobos atau mematahkan palang pintu,” ucapnya saat membuka cerita.

Zul tidak pernah terlambat menurunkan palang pintu ketika kereta datang. Semua dilakukannya tepat waktu. Namun justru pengendara banyak yang tak sabaran sehingga menabrak dan mematahkan palang pintu.

“Dari jauh kita sudah bunyikan alarm. Tapi masih ada saja yang membandel,” ungkap lelaki dua anak itu.

Zul mencatat, palang pintu yang ditabrak dan patah kerap terjadi setiap tahun. Dalam setahun minimal terjadi delapan kali patah palang pintu.

“Karena banyak yang tidak sabaran,” ujarnya.

Ketika terjadi insiden patah palang pintu, Zul tidak tinggal diam. Zul akan segera berlari ke arah jalur yang tidak terhalangi palang pintu.

Berbekal rambu forbidden dan bendera merah, Zul kemudian menutup jalan agar tidak ada kendaraan yang menerobos saat kereta api lewat.

Baca Juga :  Wapres Pimpin Upacara Peringatan Hari Pahlawan di Kalibata

“Kita tentunya tidak ingin terjadi insiden,” sebut Zul.

Selain kejadian itu, di perlintasan juga kerap ditemui pengendara yang terjatuh akibat slip melewati rel. Terutama di saat hujan. Rel akan licin, ditambah lagi posisi rel yang merintangi jalan.

“Kalau lewat sini, pengendara motor harus hati-hati, mengambil jalannya tidak lurus, tapi sedikit membelokkan kendaraan,” sebut Zul.

Zul setiap hari selalu mendapati kasus pengendara yang jatuh akibat melewati rel. Pengendara kemudian ditolong Zul.

“Dalam sehari rata-rata terjadi lima kali kasus pengendara yang jatuh akibat licin,” kata lelaki dua anak itu.

Zul bekerja secara shift. Lelaki yang berdomisili di Lubuk Minturun itu kebagian shift pagi. Bertugas dari pukul lima subuh hingga pukul satu siang.

Dari subuh hingga siang, sebanyak 12 kali kereta api melewati jalur Lubuk Buaya. Sedangkan shift siang hingga pukul sepuluh malam, sebanyak 13 kali kereta api lewat, seperti dari arah Bandara, atau dari Tabing.

Lelaki jebolan sarjana ekonomi manajemen Unitas itu mengaku senang menjadi penjaga perlintasan. Baginya pekerjaan itu cukup mulia. Membantu siapa saja agar tidak tertabrak kereta api.

Zul adalah pahlawan. Menyerahkan segala kemampuan dan waktunya untuk keselamatan masyarakat. Pekerjaan ini harus tetap dilakoninya, meski nanti sudah berusia tua. Selamat Hari Pahlawan. (*/red)

Berita Terkait

Maju ke Tingkat Nasional, Kelurahan Sawah Padang Aua Kuniang Pamerkan Segudang Inovasi Pelayanan dan Ekonomi
BMKG Maritim Teluk Bayur Peringatkan Potensi Banjir Rob di Pesisir Sumbar 9–12 Oktober
Perkuat Ketahanan Pangan, Pemko Padang Dorong Budidaya Ikan RAS dan Mina Padi
Pemko Padang Perkuat Smart Surau, 400 Guru TQA/MDTW Ikuti Pembekalan
Padang Mulai Uji Teknologi AI untuk Petakan Kerusakan Infrastruktur Pascabencana
Kabut Asap Selimuti Padang, BPBD Minta Warga Tingkatkan Kewaspadaan
Penumpang KA Lembah Anai Terlibat Perselisihan, KAI Ingatkan Etika di Kereta
Kafilah Bungus Teluk Kabung Siap Hadapi MTQN ke-42 Kota Padang, Persiapan Capai 85 Persen

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:29 WIB

Setelah 18 Tahun, Ifan Resmi Mundur dari GOVINDA

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:47 WIB

Gavendri Rilis Album Kedua Sympathy/Empathy, Rekam Pergulatan Hidup sebagai Orang Dewasa

Rabu, 7 Oktober 2026 - 21:16 WIB

Tak Harus Menang untuk Bahagia, Lafa Pratomo dan Ari Lesmana Hadirkan Juara Dua

Rabu, 7 Oktober 2026 - 11:22 WIB

Sinopsis Film Uniform: Cinta di Balik Seragam, Kisah Perwira Muda Bongkar Kematian Kekasih

Selasa, 6 Oktober 2026 - 12:06 WIB

Kaisa dan Nada Swara Gembira Rilis Selamat Ulang Tahun, Lagu Ceria untuk Momen Spesial

Senin, 5 Oktober 2026 - 21:17 WIB

Lindee Cremona Raih Indomusik Awards 2026 lewat Lagu Kucing – di Tempat Biasa

Senin, 5 Oktober 2026 - 20:09 WIB

Float Rilis EP Constant Changes, Bawa Semangat Pulih lewat Yang Kembali Pulih

Senin, 5 Oktober 2026 - 18:05 WIB

Film Laut Bercerita Tayang 29 Oktober 2026, Kisah Mahasiswa Hilang di Tengah Ketegangan Yogyakarta

Berita Terbaru

Ifan resmi mundur dari GOVINDA setelah 18 tahun bersama. (Foto: IG @ade_govinda)

Hiburan

Setelah 18 Tahun, Ifan Resmi Mundur dari GOVINDA

Kamis, 8 Okt 2026 - 15:29 WIB