Payakumbuh Raih Bhumandala Rajata 2025 Berkat Inovasi Geospasial SiTisa

Penulis -

Selasa, 18 November 2025 - 22:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekretaris Utama BIG, Belinda Arunarwati Margono menyerahkan penghargaan kepada Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta di Auditorium Perpustakaan Nasional RI, Selasa (18/11/2025). (Foto: MC Payakumbuh)

Sekretaris Utama BIG, Belinda Arunarwati Margono menyerahkan penghargaan kepada Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta di Auditorium Perpustakaan Nasional RI, Selasa (18/11/2025). (Foto: MC Payakumbuh)

Jakarta, Javanusa—Kota Payakumbuh kembali mencatatkan namanya di tingkat nasional setelah menerima penghargaan dalam ajang Inovasi Geospasial Tahun 2025.

Keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa kota kecil di Sumatera Barat itu mampu bersaing dengan kota besar di Indonesia melalui pemanfaatan teknologi dan informasi spasial yang semakin strategis bagi perencanaan pembangunan.

Penghargaan ini diraih melalui proses seleksi ketat. Tahun ini, BIG (Badan Informasi Geospasial) menerima 132 inovasi dari kementerian/lembaga, provinsi, kota, dan kabupaten di seluruh Indonesia.

Hanya 15 inovasi terbaik yang dipilih sebagai penerima penghargaan. Dan Payakumbuh, kota kecil dengan sumber daya terbatas, berhasil masuk ke dalam kelompok tersebut.

Penghargaan diserahkan langsung oleh Sekretaris Utama BIG, Belinda Arunarwati Margono, kepada Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta, di Auditorium Perpustakaan Nasional RI, Selasa (18/11/2025).

Pada kategori pemerintah kota, Bhumandala Kanaka diraih Kota Manado. Sementara Bhumandala Rajata diberikan kepada Kota Payakumbuh dan Kota Tangerang. Bhumandala Ariti dianugerahkan kepada Kota Metro dan Kota Magelang.

Payakumbuh menjadi salah satu kota dengan performa paling menonjol dalam kategori ini, bahkan mengungguli kota-kota besar yang memiliki struktur organisasi dan kapasitas teknologi lebih lengkap.

Payakumbuh menyabet posisi terbaik berkat inovasi Sistem Informasi Tirta Sago (SiTisa), sistem terintegrasi berbasis geospasial yang dikembangkan Bappeda bersama Perumda Tirta Sago.

SiTisa dinilai unggul karena menggabungkan digitalisasi data pelanggan, pencatatan meter air otomatis, pemetaan jaringan pipa dengan presisi geospasial, pemantauan real time berbasis IoT, layanan pengaduan digital, dan integrasi data lintas unit kerja.

Inovasi ini membuat pengelolaan air bersih di Payakumbuh menjadi lebih efisien, cepat, dan akuntabel.

BIG menilai sistem tersebut menjadi salah satu contoh pemanfaatan data spasial yang memberikan dampak langsung terhadap layanan publik.

Baca Juga :  Kejari Agam Musnahkan Barang Bukti 26 Perkara Kejahatan, Narkotika dan Judi Mendominasi

Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta mengatakan capaian ini menjadi penegasan bahwa inovasi tidak hanya lahir dari kota metropolitan.

“Masuk dalam 15 inovasi terbaik nasional menunjukkan bahwa kota kecil juga bisa menjadi pelopor. Payakumbuh menghadirkan terobosan yang berdampak nyata dan diakui secara nasional,” kata Wako Zulmaeta.

Ia menegaskan pemanfaatan informasi geospasial memegang peran penting dalam tata kelola pemerintahan modern.

“Dengan data spasial, pemerintah bisa membaca persoalan kota dengan lebih presisi. Infrastruktur, pelayanan publik, hingga potensi risiko dapat dipetakan dengan akurat. Ini membuat kebijakan lebih terukur dan tepat sasaran,” ucapnya.

Zulmaeta juga berharap agar prestasi ini menjadi pemantik semangat dan inovasi bagi seluruh OPD di Payakumbuh.

“Saya berharap OPD lain mulai merujuk dan memanfaatkan informasi geospasial dalam setiap perencanaan. Jika seluruh OPD bekerja dengan data yang sama dan terintegrasi, kualitas pelayanan akan meningkat secara signifikan,” ujarnya.

Penyelenggaraan Bhumandala Award bertujuan mendorong daerah untuk memaksimalkan pemanfaatan informasi geospasial dalam pembangunan.

Keberhasilan Payakumbuh menembus jajaran 15 inovasi terbaik dari 132 peserta nasional mengukuhkan posisinya sebagai daerah yang serius membangun tata kelola pemerintahan berbasis data.

Capaian ini sekaligus menjadi pijakan penting bagi Payakumbuh dalam memperkuat transformasi menuju smart city, dengan inovasi spasial sebagai fondasi utama.

Pada kegiatan itu, Wali Kota Zulmaeta hadir bersama Sekda Payakumbuh Rida Ananda, perwakilan Bappeda, serta jajaran Perumda Tirta Sago. (*/red)

Berita Terkait

Kaleb J Rilis Tanda Cinta, Lagu tentang Janji Setia hingga Seumur Hidup
Presiden Prabowo Resmikan 11 Proyek Hilirisasi Nikel di IWIP Senilai Rp180 Triliun
Maju ke Tingkat Nasional, Kelurahan Sawah Padang Aua Kuniang Pamerkan Segudang Inovasi Pelayanan dan Ekonomi
BMKG Keluarkan Peringatan Dini Hujan Lebat di Pasaman Barat dan Pesisir Selatan Hari Ini
Kepala BGN Sudaryono: Insentif MBG Kini Lebih Adil, Proporsional dan Efisien
Uji Coba MBG Sistem Prasmanan, BGN Ingin Makanan Lebih Hangat dan Segar di Sekolah
MK Tak Temukan Bukti Gibran Punya Ijazah SLTA, tapi Tak Batalkan sebagai Wapres
Pemerintah Targetkan Renovasi 300 Ribu Sekolah dan Madrasah hingga 2029, Kemenag Siap Bersinergi

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 21:33 WIB

Mahyeldi Dorong 740 Ribu UMKM Sumbar Perkuat Legalitas, Sertifikasi Halal, dan Akses Modal

Jumat, 9 Oktober 2026 - 20:57 WIB

Padang Bidik UCCN 2027, Fadly Amran Ajak Pelaku Usaha Gastronomi Perkuat Kolaborasi

Jumat, 9 Oktober 2026 - 16:38 WIB

Kejuaraan Panahan Berkuda Porprov Sumbar Dongkrak Omzet Pedagang Pantai Pasir Jambak

Jumat, 9 Oktober 2026 - 13:28 WIB

Perpres Perlindungan Ojol Terbit, Atur Kemitraan hingga Biaya Platform 8 Persen

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:39 WIB

Satgas Payakumbuh Temukan Indikasi Pengisian BBM Berulang, SPBU Diminta Perketat Pengawasan

Senin, 5 Oktober 2026 - 14:13 WIB

Empat Pasar di Pariaman Dapat Tambahan Anggaran Rehabilitasi Rp4,1 Miliar

Minggu, 4 Oktober 2026 - 07:17 WIB

Gebyar Pajak 2026, Mahyeldi Dorong Warga Sumbar Makin Taat Bayar Pajak

Jumat, 2 Oktober 2026 - 21:18 WIB

Rp115 Miliar Disiapkan untuk Pulihkan 38.000 UMKM Terdampak Bencana di Sumbar

Berita Terbaru