Mahyeldi Dorong Lompatan Ekonomi Sumbar, Butuh Investasi Hingga Rp 120 Triliun

Penulis -

Kamis, 20 November 2025 - 13:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah dalam Temu Responden dan Diseminasi Laporan Perekonomian Sumbar 2025 di Aula Kantor Perwakilan BI Perwakilan Sumbar, Rabu (19/11/2025). (Foto: ADPSB)

Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah dalam Temu Responden dan Diseminasi Laporan Perekonomian Sumbar 2025 di Aula Kantor Perwakilan BI Perwakilan Sumbar, Rabu (19/11/2025). (Foto: ADPSB)

Padang, Javanusa—Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) menargetkan pertumbuhan ekonomi hingga 7,3 persen pada 2029 dengan PDRB per kapita Rp 94,85 juta.

Untuk mencapai target tersebut, Sumbar membutuhkan investasi Rp 80–120 triliun dalam empat tahun ke depan.

Hal itu disampaikan Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah dalam Temu Responden dan Diseminasi Laporan Perekonomian Sumbar 2025 di Aula Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sumbar, Rabu (19/11/2025).

Kegiatan tersebut mengangkat tema “Transformational Leadership & Resilient Entrepreneurship for West Sumatra’s Economic Resurgence.”

Mahyeldi menegaskan, perubahan ekonomi global menuntut Sumbar bergerak lebih cepat dan inovatif.

“Dengan potensi alam, budaya, dan SDM yang kita miliki, Sumbar tidak boleh hanya mengikuti arus. Kita harus membuat loncatan dan menghadirkan terobosan,” ujar Mahyeldi.

Ia menjelaskan, dalam RPJMD Sumbar 2025–2029 telah ditetapkan arah pembangunan yang selaras dengan RPJMN.

Namun, tantangan yang dihadapi tidak ringan karena ruang fiskal terbatas sementara kebutuhan pembangunan besar.

“Tantangannya berat. Ruang fiskal sempit, kebutuhan besar. Tapi orang Minang tidak pernah kalah oleh keadaan. Kita lahir dari tanah yang subur dengan keteguhan lebih kuat dari batu karang. Kita akan berjuang keras agar target itu tercapai,” kata Mahyeldi.

Untuk mewujudkan target tersebut, Mahyeldi menyebut tiga fondasi utama pembangunan Sumbar:

Misi jangka panjang yang jelas dengan fokus pada sektor pertanian, perdagangan, UMKM, pariwisata, dan ekonomi hijau. Penguatan inovasi digital dan kolaborasi. Efisiensi dan akuntabilitas, dengan prinsip pertumbuhan ekonomi harus berdampak langsung pada kesejahteraan rakyat.

Ia kemudian merinci strategi peningkatan kualitas pertumbuhan ekonomi, antara lain:

  1. Meningkatkan kualitas investasi, khususnya hilirisasi, manufaktur, dan produktivitas pertanian.
  2. Reformasi regulasi dan perizinan agar lebih sederhana dan ramah investor.
  3. Digitalisasi ekonomi untuk memperkuat UMKM dan petani.
  4. Revitalisasi infrastruktur seperti Pelabuhan Teluk Bayur, jalur kereta Sawahlunto–Padang, dan Bandara Internasional Minangkabau (BIM).
  5. Penguatan SDM dan kewirausahaan
Baca Juga :  Antisipasi Demonstrasi, Rute Trans Padang Dialihkan Sementara

Mahyeldi menargetkan sektor pariwisata menjadi salah satu lokomotif pertumbuhan baru karena efek berantainya terhadap kuliner, akomodasi, transportasi, dan UMKM.

Data BPS menunjukkan sektor pertanian masih menjadi penopang utama PDRB Sumbar dengan kontribusi 21,76 persen. Posisi berikutnya ditempati sektor perdagangan dengan kontribusi 16,41 persen yang mayoritas digerakkan oleh pelaku UMKM.

“Pembangunan bukan hanya soal jalan dan jembatan, tapi membangun martabat rakyat. Dengan kerja keras dan kebersamaan, Sumbar bisa menjadi kekuatan ekonomi utama di Sumatera dan berkontribusi pada Indonesia Emas 2045,” ujar Mahyeldi.

Sementara itu, Kepala Perwakilan BI Sumbar, Mohamad Abdul Majid Ikram menegaskan pentingnya data lapangan sebagai dasar perumusan dan pemberian rekomendasi kebijakan ekonomi.

“Kebijakan yang dihasilkan dari Temu Responden ini tidak hanya bersandar pada teori ataupun asumsi, tetapi berpijak pada fakta dan dinamika yang benar-benar terjadi di lapangan,” kata Majid.

Ia menambahkan, sinergi Bank Indonesia dengan pemerintah daerah akan terus diperkuat untuk menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan stabilitas harga. (*/adpsb)

Berita Terkait

Perkuat Ketahanan Pangan, Pemko Padang Dorong Budidaya Ikan RAS dan Mina Padi
Pemko Padang Perkuat Smart Surau, 400 Guru TQA/MDTW Ikuti Pembekalan
Padang Mulai Uji Teknologi AI untuk Petakan Kerusakan Infrastruktur Pascabencana
Kabut Asap Selimuti Padang, BPBD Minta Warga Tingkatkan Kewaspadaan
Penumpang KA Lembah Anai Terlibat Perselisihan, KAI Ingatkan Etika di Kereta
Kafilah Bungus Teluk Kabung Siap Hadapi MTQN ke-42 Kota Padang, Persiapan Capai 85 Persen
Padang Utara Siapkan 72 Kafilah, Targetkan Juara Umum MTQN ke-42 Kota Padang
KAI Divre II Sumbar Tutup 30 Perlintasan Liar, Keselamatan di Jalur Kereta Diperketat

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 08:59 WIB

Gulat Kota Padang Juara Umum Porprov XVI Sumbar, Raih 16 Medali Emas

Kamis, 8 Oktober 2026 - 08:06 WIB

Mikel Arteta Sepakat Perpanjang Kontrak di Arsenal

Kamis, 8 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Usai Bertugas di FIFA ASEAN Cup 2026, Pedro Rodriguez Umumkan Pensiun

Kamis, 8 Oktober 2026 - 06:37 WIB

Stefano Cugurra Resmi Tangani Semen Padang FC, Targetkan Promosi ke Super League

Kamis, 8 Oktober 2026 - 00:04 WIB

Gateball Kota Padang Raih Emas Perdana Porprov Sumbar 2026 lewat Double Putra

Rabu, 7 Oktober 2026 - 23:54 WIB

Edo Vernando Sumbang Emas Pertama Biliar Kota Padang di Porprov Sumbar 2026

Rabu, 7 Oktober 2026 - 18:38 WIB

Jadwal Lengkap Pertamina Grand Prix Indonesia: MotoGP, Sprint, hingga Balapan Utama

Rabu, 7 Oktober 2026 - 18:20 WIB

MotoGP Mandalika 2026: Perebutan Gelar Memanas, Martin dan Marquez Cuma Terpaut 2 Poin

Berita Terbaru

Mikel Arteta sepakat memperpanjang kontrak di Arsenal. (Foto: IG @mikelarteta)

Olahraga

Mikel Arteta Sepakat Perpanjang Kontrak di Arsenal

Kamis, 8 Okt 2026 - 08:06 WIB