Padang, Javanusa—Banjir dan longsor yang melanda sejumlah titik di Kota Padang membuat ribuan warga harus mengungsi.
Menyikapi kondisi ini, Pemerintah Kota Padang mulai memproses pencairan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk percepatan penanganan bencana.
Wali Kota Padang Fadly Amran menyampaikan, mekanisme pencairan dana BTT sedang dipercepat agar bantuan dapat segera dirasakan warga terdampak.
“Kita menyegerakan mekanisme pencairan dana BTT untuk mempercepat penanganan bencana di Kota Padang. Ada beberapa mekanisme yang perlu kita siapkan, antara lain keputusan tanggap darurat dari Wali Kota dan beberapa prosedur administrasi lainnya,” ujar Fadly Amran, Selasa (25/11/25).
Ia menambahkan, data sementara korban banjir dan longsor yang masuk ke Pemko menunjukkan tren peningkatan.
“Dari laporan yang masuk, baik dari BPBD dan camat, ada 5 rumah rusak berat, 61 rusak sedang, 17 rusak ringan, dan 10.837 KK mengungsi. Dapat kami sampaikan juga bahwa saat ini proses pencairan dana BTT sudah dimulai administrasinya, agar manfaatnya bisa diterima dengan cepat oleh masyarakat kita yang terdampak bencana,” jelasnya.
Secara terpisah, Kepala BPKAD Kota Padang Raju Minropa membenarkan percepatan pencairan anggaran tersebut.
“Betul, sesuai arahan Bapak Wali Kota. Saat ini BPKAD bersama OPD terkait tengah menyiapkan prosedur pencairan dana BTT. Mekanismenya melibatkan lintas OPD, dan sudah kita koordinasikan malam ini bersama Bapak Wali Kota, Wawako, dan OPD terkait agar bisa diproses dengan segera,” terang Raju Minropa. (*/red)






